AYOJAKARTA.COM - BPBD DKI Jakarta menginformasikan peringatan dini potensi tanah longsor di Provinsi DKI Jakarta pada September 2025.
Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram @bpbddkijakarta, Kamis (11/9/2025).
"INFO PRAKIRAAN WILAYAH POTENSI TERJADI TANAH LONGSOR DI WILAYAH DKI JAKARTA BULAN SEPTEMBER 2025," tulis BPBD DKI Jakarta.
Dalam informasi tersebut disampaikan bahwa prakiraan wilayah potensi terjadinya gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.
Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ada beberapa daerah yang berpotensi mengalami tanah longsor.
Lantas mana saja wilayah yang beprotensi mengalami tanah longsor?
Berikut ini beberapa daerah di DKI Jakarta yang berada di Zona Menengah Tinggi yakni:
Baca Juga: Denny Sumargo ke Mahfud MD: Kursi Menkopolhukam Kosong Tuh Pak, Siapa Tahu Bapak Dipanggil Lagi
1. Jakarta Selatan meliputi wilayah
- Cilandak
- Jagakarsa
- Kebayoran Baru
- Kebayoran Lama
- Mampang Prapatan
- Pancoran
- Pasar Minggu
- Pesanggrahan
Baca Juga: Transformasi Layanan Andal by Taspen Jangkau Daerah Terpencil
2. Jakarta Timur meliputi wilayah
- Kramat Jati
- Pasar Rebo
Pada daerah zona menengah bisa terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal.
Terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI dan MedcoEnergi Luncurkan Program Pemberdayaan UMKM
Sedangkan untuk daerah zona tinggi gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
Dengan demikian, BPBD DKI Jakarta mengimbau agar Lurah, Camat, dan masyarakat untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.***

Share this article
Berikut ini adalah wilayah di DKI Jakarta yang berpotensi mengalami tanah longsor pada bulan September 2025.