Metropolitan

Usai Reuni Akbar 212 di Monas, 600 Petugas Kebersihan Berhasil Mengangkut 26,43 Ton Sampah

Oleh: Jinan Vania Barizky Rabu 03 Des 2025, 17:54 WIB
26,43.Ton sampah diangkut usai reuni akbar 212 yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Desember 2025 di Monas. (Sumber: beritajakarta.id | Foto: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Usai diadakan agenda tahunan Reuni 212 pada 2 Desember 2025, sebanyak 26,43 ton sampah diangkut petugas kebersihan di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Desember 2025.

Hal ini disampaikan oleh Kasudin Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat, Slamet Riyadi menyebutkan setidaknya 600 personel gabungan untuk 5 wilayah kota dan UPS Badan Air untuk membersihakn Kawasan Monas sekitarnya.

Kegiatan pembersihan sampah ini dilakukan selama 3 jam lamanya pada tengah malam hingga pukul 03.00 WIB.

"Petugas mulai membersihkan sampah di Kawasan Monas serta ruas Jalan Medan Merdeka mulai pukul 00.00 hingga 03.00," tuturnya, Rabu (3/12).

Baca Juga: Acer Predator Triton 14 AI, Laptop Gaming Tipis dengan Performa Super Kencang, Intip Spesifikasinya

Sementara Kasie Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Sudin LH Jakarta Pusat, Aditya Surya menjelaskan, jenis sampah yang diangkut bervariasi, namun didominasi plastik.

“Jenis sampah yang diangkut yakni sisa makanan, pembungkus makanan, botol air kemasan dan puntung rokok,” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses pembersihan sampah, 20 truk sampah, 20 unit roadsweeper, 6 truk tangki air bersih, 5 truk air kotor, 13 mobil lintas, 22 bus toilet hingga 600 kantong plastik disiapkan.

“Semua sampah yang diangkut dibawa terlebih dahulu ke TPS Monas sebelum dibuang ke TPA Bantargebang,” tandasnya.

Sebagai informasi acara Reuni 212 dilaksanakan setiap tahunnya pada tanggal 2 Desmeber.

Untuk tahun 2025 ini peserta diketahui datang sejak sore hari dan acara berlangsung pada malam hari.

Baca Juga: Mengenal Teknologi Canggih Jakarta untuk Cegah Banjir di Musim Hujan

Dimulai dari salat magrib berjamaah sebagai pembuka, peserta diminta membawa sajadah/perlengkapan salat sendiri dan telah berwudhu jika memungkinkan.

Lalu melakukan zikir, dzikir muhasabah, doa bersama, dan salat ghaib, terutama untuk korban bencana alam di Sumatra serta doa bagi Palestina.

Selanjutnya dilaksanakan pembacaan Al-Quran (khatmil Qur’an) dan doa bersama.

Ada pula sambutan dan tausiyah dari sejumlah tokoh.

Penggalangan doa untuk keselamatan bangsa dan korban bencana, serta dukungan untuk isu kemanusiaan/internasional (terutama Palestina dan korban bencana di Sumatra).***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky