AYOJAKARTA.COM - Ramai dugaan mafia beras dengan melakukan oplosan pada 212 beras premium.
Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri diketahui baru-baru ini merilis adanya jaringan mafia beras.
Kecurangan ini dilakukan dari berbagai sektor mulai dari beras premium yang ternyata oplosan hingga adanya permainan harga.
Baca Juga: JKT48 Bawa Energi Baru! Tampil Ceria di MV Kolaborasi Shopee 'Lebih Hemat, Lebih Cepat'
Perusahan produsen beras yang diduga melakukan oplosan pun disebut akan dipanggil oleh pihak berwajib.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyebutkan setidaknya 212 dari 268 merek beras diduga melakukan tindakan 'oplosan' dan tidak sesuai standar mutu yang seharusnya.
Standar mutu yang seharusnya ini terdiri dari:
- Kualitas
- Berat
- Harga.
Lantas merek apa saja yang diduga melakukan oplosan beras premium?
Baca Juga: Wajib Tahu! Plus Minus Tecno Pova 7 Ultra 5G: Layar Amoled 144Hz dan Baterai 6000 mAh, tapi...
Daftar merek yang diduga melakukan oplosan beras premium
1. Wilmar Group
- Sania
- Sovia
- Fortune
2. PT Food Station Tjipinang Jaya
- Alfamidi Setra Pulen
- Beras Premium Setra Ramos
- Beras Pulen Wangi
- Food Station
- Ramos Premium
- Setra Pulen
- Setra Ramos
Baca Juga: Selain Dibatasi 5 Tahun, Ada 3 Kategori KPM yang Terima Bansos Seumur Hidup, Siapa Saja?
3. PT Belitung Panen Raya
- Raja Platinum
- Raja Ultima
4. PT Sentosa Utama Lestari
- Beras Premium Ayana
Kementan menyebutkan kerugian akibat tindakan mafia beras ini mencapai angka fantastis yakni Rp99,35 triliun per tahun.
Kerugian konsumen untuk beras premium yang dioplos mencapai Rp34,21 triliun per tahun, sedangkan untuk konsumen beras medium mencapai Rp65,14 triliun.***

Share this article
Ramai dugaan mafia beras dengan melakukan oplosan pada 212 beras premium, konsumen rugi capai Rp99 triliun