AYOJAKARTA.COM - Jakarta semakin serius meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Melalui Jakarta Smart City, Pemprov DKI kini memanfaatkan berbagai teknologi mutakhir untuk memantau, menganalisis, dan merespons potensi banjir secara lebih cepat dan akurat.
Beragam inovasi ini dirancang untuk memastikan masyarakat tetap aman dan nyaman, sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif di lapangan.
Salah satu teknologi kunci adalah AWLR (Automatic Water Level Recorder), alat pengukur tinggi muka air yang bekerja otomatis setiap 10 menit. Dengan sensor pelampung dan bubble, AWLR mengirimkan data langsung ke dashboard poskobanjirdsda.jakarta.go.id.
Baca Juga: Apa Itu Bioetanol E100? Bahan Bakar dari Aren yang Disebut-sebut jadi Pesaing BOBIBOS
Informasi ini sangat penting untuk memantau perubahan debit air sungai dan waduk, sehingga potensi kenaikan permukaan air bisa dideteksi sejak dini.
Tidak hanya itu, Jakarta juga mulai mengadopsi teknologi Digital Twin dan Big Data Analytic dalam sistem pengendalian banjir. Digital Twin memungkinkan visualisasi kondisi operasional pompa secara real-time.
Teknologi ini mampu mensimulasikan bagaimana pompa bekerja ketika cuaca ekstrem melanda, sehingga operator dapat menyiapkan langkah pencegahan lebih cepat.
Sementara itu, Big Data Analytic mengolah berbagai data mulai dari curah hujan, tinggi muka air, hingga performa pompa untuk menghasilkan analisis yang akurat dan cepat. Hasilnya, keputusan penanganan banjir menjadi jauh lebih terukur.
Baca Juga: Sabet Dua Penghargaan Sekaligus, BNI Mantapkan Peran Penting dalam Stabilitas Keuangan RI
Semua data ini dapat diakses publik melalui aplikasi JAKI dan situs pantaubanjir.jakarta.go.id, yang menghadirkan informasi lengkap terkait genangan, kondisi sungai, hingga titik rawan banjir di seluruh Jakarta.
Dashboard kolaboratif lintas SKPD ini mempercepat koordinasi dan memudahkan masyarakat memperoleh informasi kapan saja. Selain itu, Jakarta juga telah menerapkan Flood Control System, yaitu sistem yang mengumpulkan data dari sensor dan perangkat IoT untuk mempercepat alur komunikasi dalam respons banjir.
Ditambah dengan CCTV area rumah pompa yang beroperasi 24 jam, petugas dapat memantau kondisi genangan secara langsung dan bergerak cepat ketika diperlukan.
Teknologi hadir sebagai solusi, tetapi masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga Jakarta tetap aman selama musim penghujan.
Baca Juga: UPDATE Pemeriksaan Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Ini Hasilnya
Melalui aplikasi JAKI, warga bisa melaporkan permasalahan, mengecek titik banjir, memantau berita terbaru, hingga menerima notifikasi cuaca dari BPBD.
Dengan sinergi antara teknologi canggih dan partisipasi warga, Jakarta kini semakin siap menghadapi tantangan musim hujan.***

Share this article
Jakarta gunakan AWLR, Digital Twin, Big Data, CCTV, dan Flood Control System untuk pantau serta antisipasi banjir. Info kondisi air dan cuaca bisa dicek lewat aplikasi JAKI dan situs Pantau Banjir.