Metropolitan

5 Fakta Terbaru Tentang MRT Jakarta: Integrasi Rute Baru hingga Naming Rights BSI

Oleh: Katarina Erlita Rabu 10 Des 2025, 17:21 WIB
MRT Jakarta. (Sumber: smartcity.jakarta.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Pembangunan MRT Jakarta terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan sejumlah agenda strategis yang akan mengubah wajah transportasi publik Jabodetabek.

Sejumlah proyek besar kini tengah berjalan, mulai dari integrasi lintas moda, percepatan konstruksi, hingga kerja sama komersial yang memperkuat ekosistem layanan. Berikut lima fakta terbaru terkait MRT Jakarta.

1. Integrasi Rute Fatmawati–TMII dengan LRT Jabodebek

PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan bahwa rute Fatmawati–TMII akan diintegrasikan dengan layanan LRT Jabodebek. Pengembangan ini masuk dalam fase empat MRT dan akan dimulai setelah konstruksi fase tiga rampung.

Jalur Fatmawati–TMII akan melintasi 10 stasiun strategis seperti Ampera, Warung Jati, Tanjung Barat, Kampung Rambutan, hingga TMII, sehingga mobilitas warga di koridor selatan–timur Jakarta menjadi lebih efisien.

Baca Juga: Jadwal Jakarta Water Fountain 2025, Bisa Nonton Atraksi Air Mancur Menari Secara Gratis

2. Konstruksi Jalur Timur–Barat Dimulai 2026

Pada 2026, MRT Jakarta akan memulai pembangunan jalur Timur–Barat dari Medan Satria Bekasi hingga Tomang sepanjang 24,5 kilometer.

Jalur ini merupakan bagian dari megaproyek jaringan rel massal yang nantinya menghubungkan Cikarang, Bekasi, Jakarta, hingga Balaraja di Tangerang.

Pembangunan dilakukan melalui skema KPBU tanpa pendanaan JICA, menunjukkan pendekatan pembiayaan baru yang lebih fleksibel.

Baca Juga: Mengapa Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Jadi HP Paling Berpengaruh di 2026? Ini Alasannya!

3. Fase Timur–Barat Akan Mencapai Total 50,4 Km

Lintas Timur–Barat terdiri dari fase besar yang membentang hingga lebih dari 50 kilometer. Fase I mencakup trase Medan Satria–Tomang dan Tomang–Kembangan.

Sementara fase II melanjutkan pembangunan dari Kembangan–Balaraja serta Medan Satria–Cikarang. Bila rampung, jaringan ini akan menjadi tulang punggung transportasi massal berbasis rel di Jabodetabek.

4. Naming Rights: Stasiun Lebak Bulus Resmi Menjadi Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia

PT Bank Syariah Indonesia Tbk resmi mengambil hak penamaan Stasiun Lebak Bulus. Langkah ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah yang saat ini masih rendah, yakni literasi 43% dan inklusi 13%.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat brand kedua institusi sekaligus menambah pendapatan MRT Jakarta dari sektor non-farebox.

Baca Juga: 5 Provinsi dengan UMP Tertinggi di Indonesia, Gaji Buruh DKI Jakarta Diprediksi Hampir Tembus Rp6 Juta di Tahun 2026

5. Progres MRT Fase II Sudah Lampaui Target

Konstruksi MRT lintas Utara–Selatan Bundaran HI–Kota telah mencapai 55% per November 2025, melampaui target 52,24%. Paket CP202 (Thamrin–Monas) bahkan sudah mencapai 90,77% dan ditargetkan beroperasi sebagian pada 2027.

Stasiun Thamrin disiapkan sebagai stasiun transit terbesar dengan sembilan entrance dan panjang 440 meter. Proyek secara keseluruhan ditargetkan beroperasi penuh pada 2029.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita