Metropolitan

BMKG Bersama Tim Gabungan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta, Upaya Penanganan Siaga Darurat Bencana di Musim Hujan

Oleh: Desi Kris Rabu 21 Jan 2026, 21:34 WIB
Ilustrasi. Cuaca di Jakarta (Sumber: Gemini AI)

AYOJAKARTA.COM - BMKG bersama tim gabungan yakni BPBD DKI Jakarta dan TNI Angakatan Udara melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

OMC ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang berisiko memicu banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.

Upaya ini dilakukan pada 16-22 Januari 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Seperti diketahui, banjir dan genangan kerap meningkat seiring tingginya curah hujan pada paruh kedua Januari.

Baca Juga: Bandung Starts Here Menghidupkan Ekosistem Kreatif di 23 Paskal Shopping Center

OMC ini akan difokuskan pada upaya mengelola awan hujan sebelum mencapai wilayah daratan Jabodetabek.

Selain itu, penyemaian juga diprioritaskan untuk mengendalikan awan-awan hujan yang masih berada di lautan dan bergerak menuju daratan Jabodetabek.

Serta untuk menghambat tumbuhnya awan-awan baru agar tidak berkembang di daratan.

Dalam OMC ini, tim menggunakan satu unit pesawat Casa 212 seri 200 dengan nomor registrasi A-2105 yang disiagakan bersama bahan semai berupa NaCl (garam) dan CaO (kapur).

Baca Juga: Catat! Ini 5 Rute Baru Bus Sekolah Disabilitas di Jakarta, Berlaku Sejak 21 Januari 2026

Dijelaskan oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto, OMC ini adalah salah satu bagian dari upaya untuk penanganan siaga darurat bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Operasi ini sebelumnya juga telah dilakukan pada 13-19 Januari 2026 yang menunjukkan penyemaian 21,4 ton NaCL dan 7,4 ton CaO pada total 31 sorti.

Sementara itu, Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo mengatakan bahwa rangkaian OMC ini disupervisi secara teknis oleh BMKG.

Sebelum penyemaian dilakukan, tim akan memantau radar cuaca dan analisis atmosfer menyeluruh untuk memastikan efektivitas operasi.

Baca Juga: Paparkan Realisasi APBD 2025, Pramono Ungkap Ekonomi Jakarta Tetap Terjaga Kuat

Dari hasil pantauan, terdapat sejumlah fenomena atmosfer yang berpotensi meningkatkan hujan di wilayah Jabodetabek.

Fenomena yang dimaksud adalah Madden–Julian Oscillation (MJO) fase 2, potensi gelombang frekuensi rendah, Gelombang Kelvin, serta kondisi Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif.

Saat ini, secara umum kelembapan udara di wilayah Jabodetabek berkisar 40 hingga 100 persen pada lapisan 925–500 hPa.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris