AYOJAKARTA.COM -- 23 Paskal Shopping Center kembali menegaskan posisinya sebagai ruang publik inklusif dengan menghadirkan Bandung Starts Here, sebuah event komunitas perdana yang menjadi tonggak baru perjalanan 23 Paskal sebagai rumah bagi seluruh komunitas di Bandung. Kehadiran acara ini menandai transformasi mall bukan sekadar ruang belanja, melainkan pusat interaksi sosial, budaya, dan kreatif yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Indra Pratama Wicaksono selaku Campaign, Experience & CRM Manager 23 Paskal menegaskan bahwa Bandung Starts Here merupakan bentuk apresiasi terhadap komunitas, seniman lokal, dan mitra yang selama ini tumbuh bersama. Lebih dari sekadar rangkaian acara, BSH hadir sebagai ruang terbuka untuk berekspresi, berkolaborasi, dan memperkuat ekosistem kreatif Bandung yang terus berkembang.
"Bandung Starts Here ini kebetulan adalah salah satu bentuk apresiasi kami terhadap kolaborator atau partner dari 23 Paskal yang berkaitan dengan Bandung. Kita memang pengen memberikan sebuah hal yang baru. 23 Paskal selalu berkomitmen memberikan hal yang baru, terutama untuk komunitas yang ada di Bandung," ungkap Indra.
Dengan mengusung semangat 23 Paskal adalah Rumah Baru untuk Seluruh Komunitas di Bandung, acara ini menjadi wadah apresiasi bagi komunitas yang telah bekerja sama sekaligus membuka pintu lebih luas bagi komunitas baru untuk terlibat. Spirit kebersamaan menjadi fondasi utama yang ingin dibangun, menjadikan mall sebagai ruang yang hidup dan relevan dengan denyut kota.
"Kita memang berharap dengan adanya acara ini, dan pertama kalinya di 23 Paskal, kita bisa membangun relasi terhadap komunitas, kita bisa membangun relasi terhadap artis atau kolaborator lainnya di kemudian hari atau di tahun-tahun berikutnya. Kita juga berharap kita bisa membangun dan menjalin relasi 23 Paskal dengan komunitas yang ada di Bandung," kata Indra.

Melalui event ini, 23 Paskal ingin menciptakan ruang aman dan inklusif bagi komunitas serta local artist untuk menampilkan karya, ide, dan potensi mereka di ruang publik yang mudah dijangkau masyarakat. Mall bukan lagi sekadar tempat transaksi, melainkan panggung terbuka bagi kreativitas dan kolaborasi.
“Bandung Starts Here adalah awal dari komitmen kami. 23 Paskal bukan hanya pusat perbelanjaan, tetapi rumah baru bagi komunitas, tempat berkumpul, berkreasi, dan saling mengapresiasi. Event ini akan kami selenggarakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan berkelanjutan untuk komunitas,” ujar Indra.
Acara ini akan berlangsung pada 19–25 Januari 2026 di 23 Paskal Shopping Center dengan agenda kolaboratif yang melibatkan ribuan partisipan. Setiap kegiatan dirancang untuk menegaskan Bandung sebagai kota kreatif dan kolaboratif, sekaligus memperlihatkan wajah baru mall sebagai ruang sosial.
Pameran Redmiller Blood & Re-Exp Exhibition menghadirkan eksplorasi visual dan ide segar khas Bandung. Karya-karya seniman lokal ditampilkan sebagai refleksi energi kreatif yang terus tumbuh di kota ini, memperlihatkan bahwa seni adalah bahasa universal yang menyatukan komunitas.
Workshop Mewarnai & Kreasi Anak melibatkan lebih dari 1.000 anak. Aktivitas ini menjadi bentuk dukungan terhadap kreativitas sejak dini, sekaligus menanamkan nilai seni sebagai bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak diberi ruang untuk berekspresi, menemukan diri, dan belajar melalui seni.
The Majestic Cake Meeting menghadirkan ruang temu komunitas pattisier kreatif dan pelaku industri. Mereka berbagi ide, inspirasi, dan menampilkan cake unik dengan cerita di balik setiap karya, memperlihatkan bahwa kuliner pun bisa menjadi medium ekspresi dan kolaborasi.

Program Bandung Bernyanyi melibatkan 500 peserta yang bersatu dalam musik dan suara. Momentum ini memperkuat identitas Bandung sebagai kota yang hidup dari kolaborasi seni dan budaya, di mana harmoni suara menjadi simbol kebersamaan.
Puncak acara ditutup dengan Community Gala, malam apresiasi khusus bagi komunitas partner 23 Paskal. Mall ini menjadi pionir dengan menghadirkan malam penghormatan bagi mitra komunitasnya, sebuah langkah yang jarang dilakukan pusat perbelanjaan, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang terhadap kolaborasi.
Harapannya, ruang lingkup Bandung Starts Here akan terus berkembang dan menjangkau komunitas lebih luas dari tahun ke tahun. Event ini menjadi bukti nyata bahwa 23 Paskal adalah rumah baru bagi seluruh komunitas di Bandung, tempat di mana kreativitas dimulai, kolaborasi terbangun, dan apresiasi diberikan.
Peter dari Redmiller Blood melihat Bandung Starts Here bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang menegaskan komitmen kolaborasi lintas generasi. Ia menekankan bahwa hubungan dengan 23 Paskal sudah terjalin jauh sebelum pandemi, dan akan terus berlanjut hingga puluhan tahun ke depan. Baginya, keberlanjutan kolaborasi adalah fondasi yang melahirkan generasi kreatif baru.
"Bagi saya berkolaborasi dengan 23 Paskal sudah dari bertahun-tahun lalu, bahkan sebelum zaman covid, sampai hari ini dan saya yakin 20 tahun ke depan masih akan berkolaborasi. Karena aku pikir anak-anak ini akan menjadi generasi-generasi kreatif dan yang akan melahirkan generasi-generasi berikutnya yang jauh lebih kreatif," ujar Peter.

Peter meyakini bahwa kreativitas bukanlah sesuatu yang berhenti pada satu generasi. Justru, ia melihat anak-anak yang terlibat dalam acara ini sebagai benih yang akan tumbuh menjadi pohon besar, melahirkan cabang-cabang ide baru yang lebih segar dan berani. Kolaborasi dengan 23 Paskal menjadi ekosistem yang menjaga keberlangsungan siklus kreatif itu.
"Jadi karena hari ini juga menjadi milestone Bandung Starts Here, sudah pasti kegiatan-kegiatan ini akan semakin berkembang, akan semakin lebih menarik, akan semakin lebih improve ke depannya," lanjut Peter.
Sementara itu, Evan dari komunitas Re-Exp menyoroti dimensi lain dari acara ini: seni sebagai medium pendidikan dan terapi. Baginya, seni bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekspresi yang membentuk karakter anak sejak dini. Ia menekankan bahwa kreativitas dapat menjadi jalan bagi anak-anak untuk mengenali diri dan mengolah emosi.
"Zaman sekarang itu anak-anak itu belajar gak cuman calistung atau belajar membaca aja. Justru dengan seni, anak-anak bisa menemukan dirinya sendiri atau bahkan dia bisa belajar yang lain dari seni. Bahkan seni itu sekarang sudah menjadi satu terapi untuk anak-anak bahkan orang dewasa pun juga," kata Evan.
Evan ingin membuka perspektif bahwa seni memiliki fungsi sosial yang lebih luas. Ia melihat seni sebagai terapi yang mampu menyeimbangkan perasaan, mengurangi tekanan, dan membentuk kepribadian. Dalam konteks Bandung Starts Here, workshop anak menjadi sarana nyata untuk menanamkan nilai itu sejak usia dini.
"Menurut saya khususnya, dengan seni ini anak-anak bisa berekspresi, bisa meluapkan apa yang dia pikirkan karena manusia itu memang hidup dengan berbagai macam perasaan dan emosi dan seni itu adalah tempat yang paling tepat untuk meluapkan itu. Secara tidak langsung pasti positifnya adalah si anak akan terbentuk sesuai dengan karakter dia mereka masing-masing," ujar Evan.

Share this article
Kehadiran acara ini menandai transformasi mall bukan sekadar ruang belanja, melainkan pusat interaksi sosial, budaya, dan kreatif yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.