AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus terkait penanganan banjir di Jakarta.
Arahan Prabowo tersebut disampaikan melalui Mensesneg Prasetyo Hadi.
Dalam arahannya, Prabowo menekankan pentingnya langkah cepat, terukur, dan berbasis kajian ilmiah, termasuk pelaksanaan modifikasi cuaca serta pembentukan tim kajian terpadu.
Prasetyo mengatakan bahwa dua hari terakhir ini, Prabowo memonitor langsung dan berkomunikasi dengan jajarannya terkait banjir Jakarta.
Baca Juga: Antisipasi Hujan Panjang, BPBD DKI Jakarta Gelar OMC Hari Ini Sampai 2 Kali
Atas komunikasi tersebut, pemerintah pusat berkoordinasi dengan pihak terkait mulai dari Pemprov DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Prabowo meminta bagaimana cara untuk memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek.
"Dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan yang memang ini memasuki puncak curah hujan sampai akhir bulan Januari berdasarkan laporan dan data dari BMKG,” ujar Prasetyo, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV.
Baca Juga: Viral! Ahli Gizi Program MBG di Mataram Dipecat karena Ganti Menu Nasi dengan Ubi
Ia juga mengatakan bahwa Prabowo juga meminta secepat mungkin untuk membentuk tim kajian untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah tersebut.
"Untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan pengelolaan air, terutama khususnya di Pulau Jawa,” lanjutnya.
Pemerintah juga harus memikirkan untuk melakukan penanganan yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk dengan melibatkan banyak sektor.
Salah satunya adalah PT KAI, di mana berdasarkan laporan dalam waktu satu minggu terakhir ada 17 titik yang muncul genangan di jalur rel kereta api akibat banjir.
Kondisi ini, tentunya sangat mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, pemerintah sesuai dengan arahan Prabowo turut terjun langsung melakukan upaya penanganan banjir di Jakarta.***