Metropolitan

Efek Domino Konflik Global, Pemprov DKI Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

Oleh: Jinan Vania Barizky Selasa 03 Mar 2026, 13:02 WIB
Potensi dampak eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran terhadap stabilitas harga pangan dan barang di Jakarta. (Sumber: beritajakarta.id | Foto: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Konflik global Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran menjadi salah satu perhatian Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Hal ini berkaitan dengan stabilitas harga pangan dan barang yang berada di ibu kota.

Terlebih jika konflik ini terus terjadi terutama di Selat Hormuz dapat memicu efek domino pada kenaikan biaya logistik dunia.

Baca Juga: 3.896 Titik Jalan Berlubang Sudah Diperbaiki Sudin Jakarta Utara hingga Februari 2026, Imbau Warga untuk...

Walaupun begitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyiapkan langkah mitigasi melalui optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Karena pertama supply chain-nya ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain," ujar Pramono, di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/3).

Pramono pun mengaku telah meminta jajaran BUMD pangan agar selalu bersiap diri dan mengadopsi pola pikir sadar krisis.

Baca Juga: Motorola Razr 60 Dibandrol Hampir Rp10 Jutaan, Cuma Gimmick Flip atau Justru Paling Ikonik di Kelasnya?

"Sehingga dengan demikian kalau ada kekurangan misalnya produk-produk tertentu, maka kita harus mempersiapkan untuk itu," kata Pramono.

Ia mencontohkan saat mendatangkan sekitar 2.000 ekor sapi untuk menjaga harga daging tetap stabil di pasar-pasar Jakarta menghadapi Ramadan dan Idulfitri.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky