AYOJAKARTA.COM - Pasar smartphone lipat kembali diramaikan oleh Motorola Razr 60 yang resmi hadir di Indonesia dengan harga Rp9,9 jutaan.
Mengusung tagline “Make It Iconic”, perangkat ini tampil fashionable dengan layar luar fungsional dan dukungan Moto AI.
Namun pertanyaannya, apakah ini sekadar gimmick flip phone atau benar-benar layak dibeli?
Tech reviewer, Dhiar Lukito Adi, dari kanal Youtue Dhiarcom membedahnya secara menyeluruh.
“Desainnya fashionable, ada moto AI, ada layar luar yang bisa dipakai beneran dan pengalaman pakainya terasa beda dari smartphone mainstream,” ujarnya.
Desain Premium dan Fleksibel
Motorola tetap mempertahankan engsel kokoh dengan material premium serta warna tervalidasi Pantone yang tampil beda dari smartphone glossy kebanyakan.
“Dibuka tutup berulang kali juga enggak ada ngerasa ringkih,” jelas Dhiar.
Keunggulan utama ada pada fleksibilitasnya. Dalam posisi setengah lipat, ponsel bisa berdiri sendiri untuk nonton video, video call, atau bikin konten tanpa tripod.
Pengalaman ini menjadi nilai jual utama yang jarang ditemui di smartphone bar biasa.
Layar P-OLED 6,9 Inci dan Cover Screen 3,6 Inci
Layar utama 6,9 inci P-OLED Full HD+ mampu mencapai brightness 526 nits dalam pengujian.
Mode warna Natural menyentuh 100% sRGB dan 82% DCI-P3, sementara mode Radiant mencapai 100% sRGB dan 100% DCI-P3. Cover screen 3,6 inci juga sangat fungsional.
“Banyak momen di mana saya enggak perlu buka HP sama sekali, tinggal swipe di layar luar, beres,” kata Dhiar Lukito Adi.
Balas chat, kontrol musik, hingga cek notifikasi bisa langsung dari layar depan.
Performa Cukup untuk Harian
Razr 60 ditenagai MediaTek Dimensity 7400X (4nm) dengan RAM 8GB dan storage 256GB UFS 2.2. Skor AnTuTu tembus 753 ribuan. Meski bukan ponsel gaming, performanya stabil untuk penggunaan normal.
“Memang bukan device yang fokus ke performa ekstrem, tapi lebih ke stabilitas pemakaian harian,” jelas Dhiar.
Kamera 50MP dengan Moto AI
Kamera utama 50MP mengusung karakter warna natural dengan dukungan Moto AI.
Perekaman mendukung 1080p 60fps dan 4K 30fps dengan stabilisasi yang tergolong baik untuk kelas flip.
“Fleksibelnya ini yang jadi andalan saya buat ngonten. Tinggal lipat dan taruh di meja,” ujarnya. Namun Dhiar mencatat lensa ultrawide dan zoom masih terasa kurang optimal.
Baterai dan Pengisian Daya
Baterai 4.500 mAh sanggup bertahan seharian untuk pemakaian normal. Pengisian cepat 30W cukup kompetitif di kelasnya.
Setelah beberapa hari penggunaan, Dhiar menyimpulkan, “Pengalaman pakainya terasa fresh dibanding smartphone bar biasa.”
Dengan harga Rp9,9 juta dan diskon hingga Rp2 juta di marketplace tertentu, Motorola Razr 60 menawarkan konsep flip yang lebih matang dan ikonik di 2026.
Bagi Anda yang ingin tampil beda tanpa mengorbankan kenyamanan harian, ini bisa jadi pilihan menarik.***

Share this article
Motorola Razr 60 resmi hadir seharga Rp9,9 juta. Desain ikonik Pantone, layar P-OLED 6,9 inci, dan Moto AI jadi unggulan. Meski bukan untuk gaming berat, ponsel lipat ini sangat fungsional dan fresh.