Metropolitan

Arus Balik Lebaran 2026, Kakorlantas Polri: Sekitar 58 Persen Kendaraan Pemudik Kembali ke Jakarta

Oleh: Jinan Vania Barizky Rabu 25 Mar 2026, 14:07 WIB
Ilustrasi. Puncak Arus Balik Lebaran 2026 (Sumber: Generative AI)

AYOJAKARTA.COM - Setidaknya 58 persen atau sekitar 1,9 juta kendaraan pemudik sudah kembali ke Jakarta pada masa arus balik Lebaran 2026.

Hal ini disampaikan oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho yang menyebutkan bahwa perhitungan tersebut dihitung hingga tanggal 29.

"Kalau kita melihat sampai saat ini sudah hampir 58 persen, jadi sudah 1.958.000, ya sisanya 1,4 juta hitungan sampai tanggal 29," pungkasnya.

Baca Juga: 25-29 Maret 2026, Jam Operasional Rute Transjakarta yang Melintasi Stasiun dan Terminal Sampai Jam 23.59 WIB, Cek Koridornya

Lebih lanjut, Irjen Agus menyebutkan bahwa arus lalu lintas pada Rabu, 25 Maret 2026, semakin melandai dibandingkan hari sebelumnya.

Sebagai informasi, prediksi puncak arus balik terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Kala itu, kendaraan yang melintas mencapai lebih dari 256 ribu unit.

"Arus balik puncaknya adalah 258.388, terbanyak sepanjang sejarah arus balik," jelasnya.

Untuk kasus kecelakaan pada mudik Lebaran 2026, Irjen Agus menyebutkan bahwa terjadi penurunan.

Tips Atasi Ngantuk Saat Arus Balik Lebaran 2026

Perjalanan jauh saat arus balik seringkali membuat pengemudi mudah mengantuk. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar tetap fokus dan aman di jalan:

Baca Juga: Dishub DKI Jakarta: Lonjakan Kedatangan Arus Balik Lebaran 2026 Capai 80 Persen!

  1. Istirahat yang cukup sebelum berkendara

Pastikan tidur minimal 6–8 jam sebelum memulai perjalanan.

  1. Manfaatkan rest area

Berhenti setiap 2–3 jam sekali untuk beristirahat, peregangan, atau tidur sejenak.

  1. Makanan ringan dan minuman

Pilih camilan sehat dan minuman seperti air putih atau kopi secukupnya untuk membantu menjaga fokus.

  1. Ajak ngobrol penumpang

Berinteraksi dengan penumpang bisa membantu mengurangi rasa kantuk.

  1. Putar musik

Musik dengan tempo cepat bisa membantu menjaga konsentrasi saat berkendara.

  1. Hindari berkendara saat jam rawan kantuk

Biasanya terjadi pada dini hari atau setelah makan siang.

  1. Jika sangat mengantuk, segera menepi

Jangan memaksakan diri. Lebih baik berhenti dan tidur sejenak daripada membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Dengan menjaga kondisi tubuh tetap prima, perjalanan arus balik bisa lebih aman dan nyaman sampai tujuan.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky