Metropolitan

Pramono Anung Ungkap “Rahasia” Jakarta Jadi Kota Teraman ke-2 ASEAN 2026, Ternyata Ini Faktornya!

Oleh: Katarina Erlita Selasa 07 Apr 2026, 14:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Sumber: menpan.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Prestasi membanggakan kembali diraih Jakarta setelah dinobatkan sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara tahun 2026 versi Global Residence Index.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengaku terkejut dengan capaian tersebut, mengingat sebelumnya Jakarta kerap berada di bawah kota-kota besar lain di Asia Tenggara.

“Jakarta yang selama ini selalu di bawah Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur, sekarang posisi kedua setelah Singapura,” ujar Pramono Anung.

Dalam laporan Global Residence Index 2026, Jakarta meraih skor keamanan 0,72, hanya terpaut dari Singapura yang berada di posisi pertama dengan skor 0,90.

Sementara itu, kota-kota seperti Bangkok dan Kuala Lumpur harus puas berada di bawah ibu kota Indonesia.

Menurut Pramono, salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan keamanan Jakarta adalah keberhasilan menjaga stabilitas sosial dan harmoni di tengah keberagaman, khususnya saat momen besar keagamaan.

Ia menyoroti berbagai perayaan seperti Natal, Imlek (Cap Go Meh), Ramadan, Idul Fitri, hingga Nyepi yang berlangsung aman dan kondusif.

“Ini menunjukkan kuatnya keberagaman yang ada di Jakarta. Itu menjadi etalase atau simbol tentang Jakarta sendiri,” jelasnya.

Berbagai kegiatan seperti christmas carol, festival bedug, pawai obor, hingga pawai ogoh-ogoh dinilai menjadi cerminan toleransi yang terjaga dengan baik di tengah masyarakat urban yang heterogen.

Selain faktor sosial, penilaian Global Residence Index juga didasarkan pada sejumlah indikator teknis.

Di antaranya adalah Numbeo Index yang mengukur persepsi keamanan publik, tingkat pembunuhan (homicide rate), serta Global Peace Index yang menilai stabilitas negara.

Jakarta tercatat memiliki homicide rate sebesar 0,8 per 100.000 penduduk, tergolong rendah untuk kota metropolitan.

Sementara itu, stabilitas nasional Indonesia juga dinilai cukup baik dengan skor Global Peace Index sebesar 0,68.

Namun, tantangan tetap ada. Risiko bencana alam dan tingkat kecelakaan lalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi ke depan.

Meski demikian, capaian ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan pariwisata.

Kota yang aman cenderung lebih menarik bagi wisatawan maupun pelaku usaha.

Pramono pun menegaskan pentingnya menjaga momentum ini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam mempertahankan keamanan dan kenyamanan Jakarta.

Dengan tren positif yang terus meningkat, bukan tidak mungkin Jakarta akan mampu menyalip Singapura dan menjadi kota teraman nomor satu di Asia Tenggara di masa mendatang.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita