Metropolitan

Pemprov DKI akan Lakukan Penataan Kabel Semrawut di Jakarta Secara Bertahap, Bakal Lewat Bawah Tanah

Oleh: Desi Kris Senin 13 Apr 2026, 21:44 WIB
Ilustrasi. Kabel Semrawut di Jakarta (Sumber: Generative AI)

AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan penataan kabel udara yang selama ini terlihat semrawut di berbagai ruas jalan ibu kota.

Penataan tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperindah wajah kota sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan ketertiban infrastruktur.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penataan kabel ini akan jadi prioritas Pemprov DKI dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, ia menyebut bahwa pembenahan kabel ke bawah tanah ini tidak bisa selesai dalam sekejap.

Keputusan ini, diambil menyusul viralnya kabel yang menjuntai di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

Saking semrawutnya, kabel tersebut sampai tersangkut oleh sebuah bus.

Pramono pun menegaskan, jika landasan hukum untuk membenahi masalah itu sudah kuat melalui penandatanganan Peraturan Daerah (Perda).

Lebih lanjut, ia menjelasakan bahwa langkah strategis yang kini tengah dijalankan adalah program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Dengan adanya program SJUT ini, nantinya kabel-kabel udara yang menggantung akan dipindahkan ke bawah tanah demi menjamin aspek keamanan dan estetika kota.

Pram pun mengatakan jika anggaran dan regulasi untuk pembenahan ini sudah ada.

Namun, yang menjadi tantangan teknis adalah luas wilayah Jakarta serta kompleksitas jaringan utilitas eksisting.

Kendala inilah, kata Pram, yang membuat pengerjaan kabel bawah tanah tidak dapat dilakukan dengan cepat.

Oleh sebab itu, Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga terus melakukan progres pengerjaan SJUT di titik-titik rawan.

Hal ini dilakukan guna meminimalisasi gangguan aktivitas masyarakat dan mencegah terulangnya kecelakaan karena adanya kabel yang kendur atau menjuntai ke jalan raya.

Dengan adanya penataan ini, Jakarta diharapkan memiliki tata kelola infrastruktur yang lebih rapi, aman, dan modern, sejalan dengan upaya menjadikan ibu kota sebagai kota global berkelanjutan.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris