Metropolitan

Fenomena El Nino Godzila Diprediksi April hingga Oktober 2026, DPRD DKI Jakarta: BUMD Harus Stabilkan Harga Pangan di Masyarakat

Oleh: Jinan Vania Barizky Sabtu 18 Apr 2026, 17:09 WIB
BUMD pangan dinilai harus bisa menjaga stabilitas harga, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino Godzila. (Sumber: Beritajakarta.id | Foto: Beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - BMKG Prediksi ancaman fenomena El Nino Godzila berlangsung pertengahan April hingga Oktober 2026 di berbagai wilayah di Indonesia.

Untuk mengantisipasi fenomena El Nino Godzila ini, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli menyinggung peran dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

BUMD pangan dinilai harus bisa menjaga stabilitas harga, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino Godzila.

.

Menurut dia, BUMD seperti Food Station tidak cukup hanya berfungsi sebagai pedagang beras, tetapi harus bertransformasi menjadi penjaga stabilitas harga (price stabilizer).

“BUMD pangan jangan hanya jadi trader, tapi harus berperan sebagai pengendali harga agar tetap stabil di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (18/4).

Taufik menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memperkuat cadangan pangan daerah. Namun, cadangan tersebut tidak boleh bersifat pasif, melainkan harus dikelola secara dinamis dan taktis.

Saat harga mulai naik, cadangan pangan harus segera dilepas ke pasar. Sebaliknya, ketika harga turun, stok dapat ditahan untuk menjaga keseimbangan.

“Cadangan pangan daerah harus aktif. Ketika harga naik, kita intervensi dengan melepas stok, dan saat harga turun kita tahan,” jelasnya.

Selain itu, Taufik mendorong adanya kontrak pasokan jangka menengah dengan daerah produsen. Langkah ini penting agar Jakarta tidak bergantung pada mekanisme pasar sesaat (spot market), terutama saat terjadi kelangkaan.

Dengan skema tersebut, pasokan beras dapat dipastikan bahkan sebelum masa panen tiba.

“Jadi sebelum panen, kita sudah punya kepastian pasokan melalui kerja sama dengan daerah produsen. Ini untuk menghindari rebutan barang di pasar saat kondisi krisis,” katanya.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky