AYOJAKARTA.COM - Fenomena El Nino yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) jadi perhatian Pemprov DKI Jakarta.
Fenomena El Nino ini diperkirakan terjadi pada awal Maret 2026 di beberapa wilayah Indonesia yang menyebabkan kekeringan yang cukup panjang.
Selain sektor Pangan yang menjadi perhatian, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan berbagai antisipasi di sektor energi.

Meski kebijakan BBM berada di bawah wewenang Pemerintah Pusat, namun Pemprov DKI akan berupaya agar distribusi LPG 3 kg tidak terganggu sehingga tidak terjadi kelangkaan.
Untuk mendukung kebijakan efisiensi energi, Pemprov DKI pun telah menyiapkan energi alternatif dengan mengembangkan solar panel.
Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Pramono juga mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum dalam beraktivitas, mengingat konektivitasnya telah mencapai 93 persen sehingga mempermudah mobilitas.

"Kenapa itu dilakukan? Supaya orang kemudian mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi," ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov DKI telah memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat untuk mengurangi konsumsi BBM.***

Share this article
Selain sektor Pangan yang menjadi perhatian, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melakukan berbagai antisipasi di sektor energi.