AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta memaparkan strategi jangka panjang 2025-2045 dalam menangani persoalan banjir dalam forum internasional Global City Network for Sustainability (G-NETS) di Tokyo, Jepang.
Paparan tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama global dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.
Forum tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kota (Tokyo, Glasgow, Los Angeles, dan Moreton Bay) yang berdiskusi mengenai bencana alam serta upaya penanggulangannya di masing-masing kota.

Dalam pernyataannya, Pramono menyampaikan bahwa pengelolaan banjir Jakarta salah satu program kuncinya adalah National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Giant Sea Wall.
"Dalam rencana pembangunan 2025-2045, Jakarta memprioritaskan pengendalian banjir dan manajemen bencana," ujar Pramono.
Ia juga mengatakan Jakarta akan menerapkan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir untuk meningkatkan manajemen banjir.
Pramono juga akan melakukan pembangunan tanggul pantai dan meningkatkan perlindungan banjir akibat pasang laut.

"Kita juga punya JakTirta 2025-2027, sebuah program untuk mengintegrasikan pengelolaan waduk polder dan manajemen sungai," jelasnya dalam forum tersebut.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa Jakarta menggunakan teknologi dalam manajemen bencana yakni "JAKARTA SATU".
"Karena hari demi hari, Jakarta bergantung pada fasilitas yang kita miliki, terima kasih," tutupnya.
Pramono mengatakan bahwa diskusi ini menjadi ruang belajar untuk saling bertukar pengalaman dan memperkaya perspektif dalam menghadapi tantangan perkotaan.***