Metropolitan

Pasca Hujan Deras, Banjir di Jakarta Barat dan Timur Mulai Surut

Oleh: Katarina Erlita
Ilustrasi Banjir Jakarta. (Sumber: AYOJAKARTA.COM | Foto: Katarina Erlita)

AYOJAKARTA.COM - Banjir setinggi 1 hingga 2 meter yang melanda permukiman warga di Jalan Haji Muhajar, RT 11/RW 02, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin, 4 meI 2026 malam, kini telah surut total.

Memasuki Selasa, 5 Mei 2026 pagi, warga mulai kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Hujan deras sejak sore hari membuat aliran kali di sekitar permukiman tidak mampu menampung debit air.

Akibatnya, rumah-rumah warga terendam hingga leher orang dewasa. Suntia, salah satu warga, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 17.00 WIB.

Hujan mulai pukul 16.00 WIB. Awalnya air sedengkul, kemudian banjir makin tinggi.

Sekitar 140 keluarga terdampak banjir di Kebon Jeruk. Meski parah, beberapa warga memilih bertahan di rumah.

Wilayah tersebut memang rawan banjir, tetapi kondisi menjadi lebih parah sejak 2021.

Faktor penyebab antara lain curah hujan tinggi, luapan Kali Penghubung (PHB) Pesanggrahan, serta sistem drainase yang tidak optimal.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki sistem drainase dan memperlebar kali agar banjir serupa tidak terjadi lagi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sejumlah wilayah masih tergenang banjir Selasa pagi.

Tercatat 115 RT terdampak dengan ketinggian genangan antara 15 cm hingga 2,4 meter.

Kepala Pelaksana BPBD DKI, Marulitua Sijabat, menyebut banjir akibat curah hujan tinggi serta meluapnya Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang, dan Kali Ciliwung.

Beberapa pos pemantauan mencatat kenaikan tinggi muka air, seperti Pos Pesanggrahan (Siaga 3) pukul 16.00 WIB, Pintu Air Pasar Ikan (Siaga 2) pukul 19.00 WIB, Pos Depok (Siaga 3) pukul 17.00 WIB, Pos Angke Hulu (Siaga 3) pukul 17.00 WIB, serta Pos Karet (Siaga 3) pukul 19.00 WIB.

BPBD DKI mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap genangan. Dalam keadaan darurat, warga dapat menghubungi nomor 112 yang beroperasi 24 jam.

Petugas BPBD juga dikerahkan untuk memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat guna menyedot genangan serta memastikan saluran air berfungsi baik.

Wilayah terdampak di Jakarta Barat meliputi 15 RT, antara lain Kelurahan Kedaung Kali Angke (3 RT), Rawa Buaya (2 RT), Kedoya Selatan (4 RT), Joglo (1 RT), dan Kembangan Selatan (5 RT).

Jakarta Selatan terdampak 78 RT, termasuk Kelurahan Petogogogan (37 RT) dan Pela Mampang (9 RT). Jakarta Timur terdampak 22 RT, seperti Kelurahan Kampung Melayu (8 RT) dan Cawang (7 RT).

Fenomena banjir ini menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur, drainase, dan pengelolaan kali agar warga Jakarta lebih aman dari risiko banjir di musim hujan.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita