AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta mulai menggencarkan sosialisasi gerakan pemilahan sampah dari sumber di seluruh wilayah administrasi Jakarta hingga Kabupaten Kepulauan Seribu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke TPST Bantargebang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga resmi mengumumkan bahwa pencanangan gerakan pemilahan sampah ini akan dimulai pada Minggu (10/5).
Ia mengatakan bahwa sosialiasi gerakan ini sudah disampaikan kepada seluruh wali kota di Jakarta, termasuk Bupati Kepulauan Seribu.

"Sehingga dengan demikian besok tanggal 10 itu adalah pencanangan gerakan,” ujar Pramono.
Pramono juga mencontohkan bahwa gerakan pilah sampah dari sumber ini sudah dilaksanakan di Rorotan dan Cilincing.
Gerakan pilah sampah ini diharapkan bisa dilakukan secara maksimal oleh seluruh pihak.
“Gerakan ini saya nggak mau setengah-setengah,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pramono sendiri telah resmi menandatangani Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Pemilahan sampah ini nantinya akan dilakukan berdasarkan empat jenis, yaitu organik, anorganik, B3, dan residu.
Selain itu, Pemprov DKI juga akan bekerja sama dengan Kementerian LH guna melakukan deklarasi pemilahan sampah yang ada di Jakarta.***