AYOJAKARTA.COM - Pemkot Jakarta Selatan terus menggencarkan gerakan bertajuk “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah”.
Gerakan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah di lingkungan permukiman maupun ruang publik.
Khususnya, dengan adanya keterbatasan daya tampung sampah di TPST Bantargebang.
Gerakan ini diharapkan bisa menjadi nilai yang tertanam di tengah masyarakat.

Sehingga persoalan sampah, khususnya di wilayah Jakarta Selatan bisa diselesaikan mulai dari lingkungan rumah tangga.
"Upaya yang kami lakukan adalah edukasi kepada masyarakat yang dibarengi dengan aksi langsung. Sehingga persoalan sampah di Jakarta dapat segera teratasi," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho.
Selain itu, Sudin LH Jaksel juga menggencarkan program pengelolaan sampah organik melalui sistem biopori jumbo dan teba modern.
Untuk mendukung berjalannya program ini, Ali mengatakan pihaknya telah meminta pada setiap RT memiliki minimal satu lubang biopori jumbo.

Jika sekitar 6.000 RT di Jakarta Selatan menerapkan sistem tersebut, kata Ali, maka penanganan sampah organik bisa dilakukan efektif melalui konsep zero organic waste.
"Kantor-kantor pemerintah juga kami imbau melakukan hal yang sama. Untuk lingkup RT, saya rasa dengan semangat gotong royong dan pemahaman masyarakat terkait persoalan sampah, mereka akan melakukannya," katanya.
Lebih lanjut, Ali juga meminta para camat dan lurah untuk memperkuat pemberdayaan bank sampah guna menangani sampah anorganik seperti plastik dan sejenisnya.
"Kita harus memperkuat fungsi bank sampah agar masyarakat dapat memilah dan membawa sampah anorganik tersebut ke sana," lanjutnya.***
Share this article
Gerakan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah di lingkungan permukiman maupun ruang publik.