Metropolitan

Aksi Nyata Mengurangi Gas Metana di Jakarta dari Sampah Mudah Terurai, Ini 4 Solusi yang Bisa Dilakukan Masyarakat

Oleh: Desi Kris
Aksi Nyata Mengurangi Gas Metana di Jakarta dari Sampah Mudah Terurai (Sumber: Instagram @jakartasadarsampah)

AYOJAKARTA.COM - Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Jakarta, terutama sampah organik atau sampah mudah terurai yang menjadi salah satu penyumbang gas metana di tempat pembuangan akhir (TPA).

Gas metana sendiri dikenal sebagai gas rumah kaca yang memiliki dampak besar terhadap perubahan iklim.

Sebab, gas metana ini disebut mampu memerangkap panas lebih kuat dibanding karbon dioksida.

Gas metana ini terdiri dari satu karbon + empat hidrogen.

Meski tidak memiliki warna dan tidak mau, tetapi gas metana ini memiliki dampak yang besar.

Efek pemanasan globalnya 25-28 kali lebih kuat dibanding CO₂ dalam periode 100 tahun.

Bertahan 8-12 tahun di atmosfer (lebih singkat dari CO₂) tapi dampaknya terasa lebih cepat.

Dari Mana Asalnya?

Salah satu sumber terbesar gas metana berasal dari sampah mudah terurai yang tidak dikelola dengan baik, seperti sisa makanan dan daun yang menumpuk di TPA.

Selain itu gas metana juga bisa berasal dari rawa, danau, sawah tergenang, peternakan sapi, pertanian padi, dan kebocoran tambang serta gas alam.

Dampak Gas Metana

1. Mempercepat pemanasan global

2. Memburuknya kualitas udara

3. Mengancam masa depan lingkungan dan kesehatan

Aksi nyata untuk bisa mengurangi gas metana dari sampah mudah terurai yakni dengan melakukan empat solusi berikut:

- Pilah dan olah sampah mudah terurai menjadi kompos

- Kurangi makanan terbuang (food waste)

- Dorong pengelolaan TPA yang lebih baik

- Edukasi keluarga dan lingkungan sekitar

Sampah organik bisa menjadi masalah besar jika dibiarkan, tapi bisa jadi solusi jika dikelola dengan bijak.

Dari rumah, kita bisa mulai mengurangi emisi dan menjaga lingkungan bersama.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris