Metropolitan

Penggerebekan Markas Judol di Kawasan Hayam Wuruk, Gubernur Pramono Minta Polisi Beri Efek Jera Bagi Pelaku

Oleh: Desi Kris
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti penggerebekan markas judi online atau judol yang dilakukan aparat kepolisian di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Pramono meminta agar aparat penegak hukum dapat memberikan tindakan tegas dan efek jera kepada para pelaku.

Hal tersebut dilakukan agar praktik serupa tidak kembali terjadi di kawasan ibu kota.

Pemprov DKI Jakarta, kata Pramono akan mensupport penuh atas tindakan tegas yang dilakukan oleh kepolisian.

Ia juga berharap, penanganan kasus ini tidak dilakukan secara setengah-setengah agar bisa menimbulkan efek jera bagi siapa pun yang punya keinginan untuk melakukan hal serupa.

Menurut Pramono, judi online ini tidak hanya melanggar hukum, tapi juga membawa dampak sosial yang merugikan masyarakat.

Penggerebekan judol di gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk ini disebut beroperasi secara tersembunyi.

Pram pun mengatakan bahwa aktivitas ini pasti ilegal dan tidak memiliki izin.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan pihaknya telah melakukan penangkapan kepada 321 pelaku markas judol.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap pemberantasan judol yang marak di Indonesia, terutama di kawasan ibu kota.

Wira juga menyebut bahwa aktivitas ini sangat merugikan masyarakat dan ekonomi negara.

Ia pun berharap, jangan sampai negara Indonesia ini menjadi sarang judol.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris