AYOJAKARTA.COM - Upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menggalakkan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber mendapat apresiasi dari DPRD DKI Jakarta.
Program tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam mengurangi beban sampah di ibu kota, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Zahrina Nurbaiti, menilai kebijakan yang tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 itu tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah di hilir.
Ttapi juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas pengolahan seperti RDF Rorotan maupun TPST 3R.
Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah, justru menjadi faktor utama agar volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir bisa terus ditekan.
Zahrina juga menyoroti kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menjelang penerapan larangan open dumping yang akan diterapkan per Agustus 2026.
Untuk diketahui, per 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu saja.

Kepulauan Seribu, kata Zahrina, memiliki tantangan geografis yang berbeda sehingga butuh sistem pengelolaan sampah yang lebih inovatif dan mandiri tanpa bergantung pada pengiriman sampah ke daratan Jakarta.
“Pemerintah daerah harus memastikan setiap kelurahan memiliki fasilitas pengolahan sampah antara yang berfungsi optimal,” ujar Zahrina.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa peran ibu rumah tangga dan komunitas lokal penting untuk menyukseskan gerakan pilah sampah ini.
Komunitas seperti Bank Sampah dan PKK ounya peran strategis dalam mengedukasi masyarakat agar sampah anorganik tidak lagi dibuang begitu saja.
Tapi sampah-sampah anorganik bisa didaur ulang dan masuk ke dalam siklus ekonomi sirkular.

“Cukup dengan memisahkan sampah organik dan anorganik menggunakan dua wadah berbeda di rumah, kita sudah membantu mengurangi tumpukan sampah di Jakarta,” ungkapnya.
Ia pun mendorong masyarakat untuk berkolaborasi dengan Bank Sampah agar sampah anorganik punya nilai tambah ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat.***