Metropolitan

Tuai Prestasi Lagi! DKI Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia 2026, Wagub Rano Karno Bangga Bisa Kalahkan Washington DC

Oleh: Jinan Vania Barizky
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM -- Prestasi membanggakan kembali diraih oleh DKI Jakarta di kancah internasional. Kota Jakarta resmi dinobatkan sebagai peringkat ke-53 dalam daftar 100 World's Best Cities 2026 yang dirilis oleh Resonance Consultancy, sebuah perusahaan konsultan asal Brussel, Belgia.

Pencapaian ini menempatkan Jakarta di atas beberapa kota besar dunia lainnya, termasuk ibu kota Amerika Serikat, Washington DC, yang berada di posisi ke-57, serta Abu Dhabi di peringkat ke-86.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyambut positif kabar tersebut. Ia mengaku mendapatkan informasi membahagiakan ini langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

"Ya, saya sangat bersyukur sekali. Saya mendapatkan berita tersebut dari Pak Gubernur. Jakarta masuk sebagai kota terbaik nomor 53. Bahkan kabarnya Washington DC pun kalah," ujar Rano Karno di Jakarta Pusat, dikutip ayojakarta.com pada Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Rano, capaian ini menjadi pemacu semangat bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas kota di berbagai sektor.

Ia menilai intensitas penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event kolaboratif di Jakarta menjadi salah satu faktor kunci yang mendongkrak penilaian tersebut.

Resonance Consultancy diketahui menggunakan metode Place Power Score yang mencakup pilar livability (kenyamanan), lovability (daya tarik), dan prosperity (kemakmuran). Jakarta dinilai memiliki daya tarik kuat (lovability) yang berada di peringkat ke-28 dunia.

Beberapa poin unggulan Jakarta antara lain:

  1. Destinasi Wisata: Revitalisasi Kota Tua, kawasan SCBD, dan Pantai Indah Kapuk (PIK) dinilai sangat fotogenik.
  2. Media Sosial: Jakarta menempati peringkat ke-9 dunia untuk unggahan Instagram dan peringkat ke-8 dunia untuk video TikTok.
  3. Ekonomi: Meskipun status ibu kota akan berpindah ke Nusantara, pusat gravitasi ekonomi tetap berada di Jakarta dengan derasnya investasi di pusat data Bekasi-Cikarang serta gedung perkantoran premium di Sudirman-Thamrin.

Selain itu, peningkatan konektivitas transportasi seperti LRT Jabodebek, kelanjutan pembangunan MRT Jakarta Fase 2, hingga Kereta Bandara Soekarno-Hatta turut menjadi indikator kemajuan mobilitas di Jakarta.

Dengan tren positif ini, Rano Karno optimistis posisi Jakarta dalam indeks kota global akan terus melesat.

"Saya sangat yakin indeks global Kota Jakarta akan segera meningkat. Mungkin bisa berada di peringkat 65-an. Jika kemarin berada di peringkat 71, ini akan meloncat naik," pungkasnya.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky