AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus mematangkan langkah strategis untuk mentransformasikan ibu kota menjadi kota global (global city).
Menuju target masuk dalam Top 20 Global City pada tahun 2045, Jakarta saat ini terus memperkuat daya saingnya melalui integrasi teknologi dan AI dalam tata kelola kota.
Transformasi digital ini terbukti berhasil meningkatkan peringkat Jakarta di Global City Index sekaligus menghadirkan layanan publik yang lebih responsif.
"Pemanfaatan teknologi dan AI mulai diterapkan dalam tata kelola kota," ujar Pramono.

Pramono lantas menjelaskan teknologi dan AI yang mulai diterapkan Pemprov DKI antara lain melalui:
- Intelligent Traffic Control System untuk mendukung pengelolaan lalu lintas.
- JAKI untuk mempermudah akses layanan publik.
- Jakarta Satu untuk integrasi data perkotaan.
- Digitalisasi pasar tradisional dan UMKM.
- TPID untuk stabilitas harga dan inflasi.

Sebagai informasi, pada Mei 2026, inflasi Jakarta tercatat 2,49 persen (year on year).
Seperti diketahui, jakarta terus meningkat ditingkat global seperti:
- Peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71 dunia.
Kenaikan ini menjadi salah satu indikator meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat global.
- Inisiatif Jakarta RISE#20

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan roadmap untuk memperkuat daya saing Jakarta menuju Top 20 Global City pada 2045.
Langkah ini juga sebagai transformasi untuk Jakarta yang lebih kompetitif dan layak huni.
Sebagai pusat perekonomian nasional, Jakarta memiliki peran penting dalam mendorong transformasi melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi.
Langkah ini tdak hanya bertujuan memperkuat daya saing Jakarta di tingkat global, tapi juga menghadirkan layanan yang lebih baik serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari.***

Share this article
Transformasi digital ini terbukti berhasil meningkatkan peringkat Jakarta di Global City Index dan menghadirkan layanan publik yang lebih responsif.