AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah daerah atau APBD.
Ia menekankan para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk berani mengambil keputusan strategis dan cerdas dalam mengelola risiko.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota, Senin (29/6).

Terlebih, mengingat APBD DKI Jakarta yang sangat besar, sehingga harus benar-benar dipertanggungjawabkan dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya minta betul, selain mereka berani memutuskan, tetapi juga berani mengelola risiko yang ada. Jangan sampai kemudian risikonya itu harus terkena pada yang bersangkutan kalau kemudian dilakukan karena ada keinginan-keinginan pribadi yang tidak baik," ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pram mencontohkan keberhasilan Pemprov DKI dalam menyelesaikan beberapa bangunan yang mangkrak.
Mulai dari tiang proyek monorel di kawasan Rasuna Said dan Rumah Sakit Sumber Waras.

"Kenapa saya memberikan dua contoh ini? Risikonya bukan enggak tinggi, risikonya tinggi sekali. Tetapi Saudara-saudara harus smart, cerdas untuk mengelola risiko itu selama tidak ada beban pribadi," ungkapnya.
Ia pun menginformasikan bahwa peringkat Indeks Global City Jakarta saat ini mengalami perbaikan dari 74 menjadi 71.
Selain itu, peringkat Jakarta terkait fasilitas publik juga terus meningkat dan berada di peringkat dua di ASEAN.

Tentunya hal ini merupakan dampak positif dari pembangunan serta peningkatan konektivitas transportasi.
Pramono mengatakan dirinya akan mendukung penuh penyelenggaraan bimbingan teknis bagi PPK untuk meningkatkan kapasitas SDM guna mendukung transformasi Jakarta menuju kota global.***