AYOJAKARTA.COM - Peta politik Pilgub Jakarta 2024 semakin memanas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah aturan pencalonan kepala daerah.
Kini, PDI Perjuangan (PDIP) dihadapkan pada pilihan sulit apakah akan mengusung kader internal seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atau tokoh dengan elektabilitas tinggi seperti Anies Baswedan.
Keputusan ini sangat krusial karena PDIP memiliki boarding pass yang bisa menentukan jalannya Pilgub Jakarta.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda menyatakan bahwa perubahan aturan ini merupakan kabar baik bagi PDIP.
"Ini peluang besar bagi PDIP termasuk bagi figur-figur dengan elektabilitas tinggi. Peta di Jakarta sudah mengkristal, di mana Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus sudah mengusung Ridwan Kamil. Jika tidak ada perubahan, maka kemungkinan Pilgub Jakarta berhadapan dengan kotak kosong sudah tertutup," ujar Hanta Yuda dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV, Rabu (21/8/2024).
Hanta menambahkan bahwa Ridwan Kamil dan KIM Plus kemungkinan besar akan menghadapi calon yang kuat dan kompetitif dari PDIP.
Menurutnya, PDIP memiliki kekuatan yang besar dalam menentukan siapa calon yang akan diusung untuk bertarung melawan Ridwan Kamil.
"Jika ingin kompetitif dan memenangkan pertarungan, maka elektabilitas menjadi faktor penting," lanjutnya.
Dalam hal ini, Hanta melihat bahwa PDIP memiliki dua variabel utama dalam menentukan calon gubernur yang akan diusung.
Pertama kader internal partai dan kedua, elektabilitas calon yang mampu mengalahkan Ridwan Kamil.
Ahok, sebagai mantan Gubernur Jakarta dan kader PDIP memiliki peluang besar.
Ia dikenal sebagai pemimpin dengan program yang berdampak signifikan bagi masyarakat Jakarta.
Namun, elektabilitas juga menjadi faktor krusial yang harus dipertimbangkan PDIP.
Dalam hal ini, Anies Baswedan yang juga mantan Gubernur Jakarta memiliki elektabilitas yang tinggi di kalangan pemilih.
"Anies harus masuk radar PDIP jika mereka ingin menantang Ridwan Kamil secara serius," kata Hanta.
Baca Juga: MK Ubah Syarat Pencalonan Kepala Daerah, Ridwan Kamil-Suswono Terancam Kalah di Pilgub Jakarta?
Ia menambahkan bahwa elektabilitas Anies yang tinggi bisa menjadi andalan PDIP untuk berkompetisi di Pilgub Jakarta.
Pilihan PDIP antara mengusung Ahok atau Anies akan sangat memengaruhi jalannya Pilgub Jakarta.
Dengan Ahok, PDIP bisa mengandalkan kekuatan kader internal yang loyal sementara dengan Anies, mereka memiliki peluang untuk menarik dukungan dari basis pemilih yang lebih luas terutama yang mendukung Anies selama kepemimpinannya di Jakarta.***