AYOJAKARTA.COM -- Pasca pembongkaran ruko nakal yang mencaplok bahu jalan di Pluit, Jakarta Utara, Riang Prasetya Ketua RT yang mengangkat kasus tersebut meminta perlindungan kepada pihak kepolisian.
Sejumlah karyawan dan para pemilik ruko di Jalan Niaga blok Z4 Utara Pluit Jakarta Utara juga sempat menggeruduk kantor ketua RT Riang Prasetya usai pembongkaran tersebut.
Aksi puluhan karyawan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena ruko tempatnya bekerja dibongkar oleh Satpol PP dan bahkan viral di media sosial.
Tak hanya itu, spanduk besar juga rupanya banyak terpasang di pinggiran jalan dengan berbagai tulisan untuk Riang Prasetya dari para pemilik ruko, karyawan dan bahkan turut menyeret UMKM.
Warga juga sempat berkomentar dan menyebut bahwa Riang Prasetya Ketua RT 11 RW 3 ini hanya mencari sensasi belaka.
Menanggapi komentar warga yang menyebutnya mencari sensasi, begini tanggapan Riang Prasetya seperti dilansir Ayojakarta.com pada siaran TV One News, Selasa (30/5/2023).
Menurut Riang, pernyataan-pernyataan yang disampaikan tadi bukanlah dari pemilik ruko, namun ada oknum yang telah mempengaruhi agar warga berkata demikian.
“Pernyataan tadi bukanlah dari pemilik ruko, itu ada yang setting itu, perkataan itu pasti ada yang menyampaikan perkataan kamu harus ngomong seperti ini. Karena jelas-jelas yang demo itu bukan warga saya. Nggak jelas itu orang dari mana itu!” jelas Riang.
Bahkan Riang pun sempat disebut tak mau hadir dalam pertemuan dan tidak mau menemui warga.
Riang pun menjelaskan bahwa dirinya telah berusaha menyelesaikan kasus tersebut sejak 2019 dan melakukan pertemuan.
Baca Juga: Bukan Pemilik Ruko yang Digusur, Ketua RT Riang Prasetya Justru Dikeroyok Pihak Lain, Siapa?
“Kalau pernyataannya saya tidak mau hadir, saya hadir sejak tahun 2019. Kami hadir tiga kali di Kelurahan Pluit, hanya saya, pihak RW dan institusi terkait dan instansi terkait, dinas sumber daya air, Bina Marga Citata, hadir semua di Pluit dua kali dan ada satu kali juga pertemuan di kecamatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut justru menurut Riang, warga yang ditegur yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Riang pun membantah dirinya hanya mencari sensasi dalam kasus ini.
“Mana ada yang hadir dari warga yang ditegur. Jadi kalau sekarang saya dibilang cari sensasi, perjuangan saya dari tahun 2019, surat saya penuh itu ditanggapi sejak saya melapor ke Pemprov DKI Jakarta yang saya tujukkan ke PJ Gubernur Heru Budi Hartono, baru ada tindakan, lalu ditindaklanjuti,” terangnya.
“Buat apa saya cari sensasi, saya banyak pekerjaan mbak!” tegasnya lagi.***(Rosandra Gisca Andyna)