AYOJAKARTA.COM -- Kejadian menggegerkan pada Selasa 2 Mei 2023 di Kantor Majelis Ulama Indonesia alias MUI menuai sorotan.
Bagaimana tidak, salah satu staf MUI sampai mengalami luka karena terkena serpihan kaca.
Pelaku penembakan di Kantor MUI ini diketahui menembaki bagian pintu gedung MUI yang terbuat dari kaca.
Tak hanya itu saja, salah seorang staf lainnya terkena gesekan peluru air soft gun yang ditembaki pelaku.
Penembak kantor MUI Pusat yang diketahui bernama Mustopa ini juga membawa surat saat melaksanakan aksi.
Surat yang dibawa tersebut pun sedang ditelusuri lebih lanjut oleh pihak kepolisan buat mengetahui latar belakang pelaku ini.
Irjen Karyoto selaku Kapolda Metro Jaya membeberkan jika surat tersebut diamankan dari tas yang dibawa Mustopa.
Baca Juga: Segera CEK, Info Terbaru Kartu Prakerja Gelombang 51, Ada Ancaman Cabut Penerima!
Tampak di dalam surat ada beberapa keinginan pribadi yang diungkap, tapi Irjen Karyoto tak membeberkannya.
“Penembakan kita periksa, kemudian terhadap latar belakang yang bersangkutan karena ada surat-surat yang menyangkut apa yang diinginkan oleh tersangka ini,” kata Karyoto dilansir dari Suara.
Surat yang dibawa pelaku sendiri berjumlah lebih dari satu dan masih dalam tahap penyelidikan.
Baca Juga: Bongkar Bisnis Gelap Penjara, Tio Pakusadewo Benarkan Ada Pabrik Narkoba di Lapas
“Kami tidak bisa jelaskan satu-satu, karena ini kan masih tingkat lidik, apakah betul surat ini dibikin yang bersangkutan, karena ada beberapa,” ungkap Irjen Karyoto lagi.
Salah satu yang disorot dalam surat tersebut yakni tentang pengakuannya menjadi wakil dari Nabi Muhammad SAW.
Dilansir dari TikTok Metro TV, sosok pelaku ini terdaftar dalam Kartu Tanda Penduduk Lampung.
Hal ini dibeberkan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Zahwani Pandra Arsyad. Dijelaskan jika sebelumnya pelaku sempat mengaku sebagai mewakili Nabi Muhammad SAW.
“Terhadap tersangka atau terpidana ini merupakan residivis yang sudah menjalankan hukumannya, dan dalam kasus tersebut tersangka atau terpidana ini juga melakukan aksinya yaitu hal yang sama mengaku sebagai yang mewakili Nabi Muhammad SAW,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Zahwani Pandra Arsyad.
Itu tadi informasi terkait pelaku penembakan di Kantor MUI Pusat. Ternyata residivis dan sempat mengaku jadi wakil Nabi Muhammad SAW.***