AYOJAKARTA.COM - Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji kembali ikut menanggapi berita yang tengah ramai soal harta kekayaan tak wajar Rafael Alun Trisambodo dan para pejabat lain terutama di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Susno Duadji bahkan menyentil Kemenkeu soal kinerjanya selama ini hingga tak tahu ada para pegawainya khususnya Rafael Alun Trisambodo yang kini menjadi sorotan usai terkuaknya harta Rp 56 M miliknya.
Susno Duadji bahkan menyebut nilai harta tersebut sangat fantastis dimiliki oleh pejabat Eselon II Ditjen Pajak dan sangat tidak sesuai dengan profil Rafael Alun Trisambodo.
“56 Miliar sangat-sangat fantastis, belum berupa yang tidak didaftarkan ada katanya restoran, ada rumah singgah, ada moge dan lain-lain,” ujar Susno seperti dikutip Ayojakarta.com pada siaran kanal YouTube miliknya Susno Duadji, Selasa (14/3).
“Dan ini menurut saya, ibu Sri Mulyani atau Kementerian Keuangan, Pengawas Internal Kementerian Keuangan kecolongan,” sindir Susno.
Menurut Susno, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan terlalu sibuk untuk hanya mengejar wajib pajak.
“Bu Sri Mulyani terlalu sibuk ngejar-ngejar wajib pajak, ngejar-ngejar wajib pajak sampai ditelisik gitu, berburu di kebun binatang kata orang,” ucapnya lagi.
Susno mengatakan bahwa Sri Mulyani yang sibuk tersebut akhirnya lupa bahwa anak buahnya sendiri belum bersih.
Susno kemudian mengingat pengalamannya menjadi Wakil PPATK sebelum menjabat sebagai Kabareskrim Polri.
Baca Juga: Sebatang Kara! Rafael Alun Trisambodo Belum Jenguk Mario Dandy, Sibuk Urus Harta Kekayaan dengan KPK
“Dan saya ingat pengalaman saya, saya ini mantan Wakil Ketua PPATK yang menelisik harta kekayaan orang dan transaksi keuangan yang tidak wajar. Setelah itu saya di Kabareskrim yang menyidik kasus-kasus yang tidak wajar.
Susno kemudian menceritakan kasus Gayus Tambunan yang memiliki jabatan lebih bawah dari Rafael Alun yaitu hanya petugas loket, namun hartanya sangat tidak wajar.
Dan saat itu rupanya menyangkut ke atasannya yang lebih tinggi.
Susno kembali mengingatkan bahwa di Kemenkeu khususnya Ditjen Pajak saat ini masih belum bersih.
“Dan ini terungkap lagi, kemarin ada seorang kepala kantor Bea Cukai di sebuah provinsi hedon juga, bermotor gede, gaya-gaya mewah, kemudian bergaya di sebuah pesawat pribadi, nggak tahu apa pesawat dia apa pesawat siapa, tapi sangat-sangat tidak wajar,” ungkapnya.
Susno pun kembali menyentil Kemenkeu baik Sri Mulyani maupun Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan soal kinerja mereka.
Baca Juga: Blak-blakan! Pakar TPPU Kupas Pola Korupsi Rafael Alun, Yenti Garnasih : Apa Gunanya Ada Peraturan!
“Bu Sri Mulyani atau Inspektorat Jenderal di Kementerian Keuangan hendaknya lebih teliti. Ngapain aja sih kerjanya? Inspektorat jenderal Keuangan lu tidur aje? Digaji besar kaya gini oleh negara?” sindir Susno.
“Apalagi dikatakan (Kemenkeu) pahlawan pencari dana, bukaaaan, mereka nggak bayar pajak. Yang bayar pajak itu kita-kita ini rakyat. Rakyat kecil sampai rakyat besar,” jelas Susno lagi.***