Terkuak! Rafael Alun Trisambodo Miliki Cara Pamungkas Dalam Menambah Pundi-pundi Uang nya Melebihi Gaji ASN!

Rafael Alun Trisambodo

Rafael Alun Trisambodo

AYOJAKARTA.COM - Mantan pejabat pajak Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo diketahui sangat lihai sekali dalam menyembunyikan harta kekayaan.

Berdasarkan laporan harta Rafael Alun Trisambodo di LHKPN hanya sebesar Rp 56 miliar saja.

Tetapi harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo ini ternyata jauh melebihi harta yang dilaporkannya di LHKPN tersebut. 

Baca Juga: Bukan Cuma Rafael Alun! 2 Pejabat Kemenkeu Juga Dipanggil KPK karena Kekayaannya Mengandung Keanehan Ini

Namun sepandai-pandainya ia menyimpan bangkai pasti akan ketahuan dan tercium juga.

Kasus harta tak wajar Rafael Alun Trisambodo ini berawal dari viralnya perilaku sang anak Mario Dandy yang suka pamer kekayaan hingga kasus penganiayaan yang dilakukan terhadap anak pengurus GP Ansor yang berujung pada kasus hukum.

Kemudian lonjakan harta Rafael ini setelah diperiksa KPK memiliki nominal yang tidak wajar sebagai ASN dibawah naungan Kementerian Keuangan. 

Baca Juga: Sebatang Kara! Rafael Alun Trisambodo Belum Jenguk Mario Dandy, Sibuk Urus Harta Kekayaan dengan KPK

Di sisi lain Rafael juga diduga memiliki sejumlah transaksi yang mencurigakan dalam puluhan rekeningnya.

Bahkan dalam rekening yang sudah diblokir oleh PPATK itu,  terdapat transaksi mencapai hingga Rp 500 miliar. 

Terakhir ia juga diketahui memiliki safe box deposit senilai 37 miliar. 

Baca Juga: Ketahuan! PPATK Bongkar Safe Deposit Box milik Rafael Alun Senilai Rp37 Miliar yang Baru Saja Disimpannya

Lantas kini muncul, satu pertanyaan di mana masyarakat mempertanyakan bagaimana cara Rafael mengumpulkan harta kekayaannya dengan nominal fantastis tersebut? 

Lalu, seorang konsultan pajak yang disamarkan namanya sebagai Mr.X dalam sebuah acara kontroversi Metro TV mengungkapkan tentang bagaimana cara oknum pegawai pajak yang nakal mengumpulkan harta kekayaan.

Sehingga mereka mempunyai kekayaan di atas rata-rata.

Baca Juga: Blak-blakan! Pakar TPPU Kupas Pola Korupsi Rafael Alun, Yenti Garnasih : Apa Gunanya Ada Peraturan!

Hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru bagi para oknum nakal para pejabat di eselon III yang mana mereka mampu menerbitkan SKP, STP, serta mampu memblokir rekening perusahaan seseorang jika tidak membayar pajak.

"Ya kalau dibilang kaget, saya enggak kaget, kalau untuk level eselon III yang bukan bagian umum ya, Rafael sebelumnya itu dia menjabat sebagai kepala kantor, kekuatan dari eselon III itu memiliki power dimana mereka mampu menerbitkan SKP, STP, juga mampu memblokir rekening perusahaan seseorang, karena mau bagaimanapun kalau sampai menunda pembayaran pajak, itu nanti hartanya dalam bentuk rekening koran kan disita," kata Mr.X di awal. 

Sebab modus utama dari oknum nakal ini secara prosedural terjadi ketika pemeriksaan dan interaksi antara wajib pajak yang mana akan diwakili oleh orang yang paham dengan pembukaan pajak. 

Baca Juga: Luar Biasa! Ternyata Ini Taktik Cerdas Rafael Alun Trisambodo Raup Kekayaan Dari Pajak, Ada Sulap Angka

"Tapi semua masih di wilayah clear area kalau yang saya alami. Saya tidak berani juga melakukan satu hal yang sifatnya menabrak undang-undang," kata Mr.X.

Selanjutnya, Mr.X mengatakan bahwa maksud dari sifat yang menabrak UU ini yakni berupa wilayah yang tidak diatur oleh undang-undang, termasuk dalam turunan maupun pelaksanaannya di wajib pajak.

"Nah di situ biasanya sebagai acuan orang pajak untuk memeriksa wajib pajak. Tapi kan nggak mengikat kepada kita juga kan.  Jadi biasanya terjadi perbedaan secara pemahaman antara undang-undang pajak yang menurut versi pemeriksa dan menurut versi kita," jelas Mr.X yang dikutip AyoJakarta.com pada kanal youtube Metro TV, Selasa (14/3).

Baca Juga: Mahfud MD Singgung Temuan Rp 37 Miliar di Safe Deposit Box Milik Rafael Alun Trisambodo: Itu Baru Sebagian Loh

Selain itu, tak tanggung-tanggung juga Mr.X mengungkapkan bahwa interaksi yang terjadi ini bisa dikatakan sebuah negosiasi yang berujung pada kongkalikong antara pemeriksa dan wajib pajak.

Di mana mereka bisa mendapatkan keuntungan 30 persen setelah negosiasi tersebut bahkan bisa juga lebih dari itu tapi harus tetap mengedepankan setoran negara paling utama. 

"SKP-nya misalkan ditetapkan katakanlah Rp 10 miliar. Padahal 10 miliar ini angka sulap-sulapan, cuma asumtif. Tapi karena kita juga terbentur waktu, kita juga ngeri harus bayar segitu meskipun kita banding, itu kan bisa mengganggu cash flow perusahaan juga kan. Nah, akhirnya kita mau nggak mau ya harus masuk ke dalam pusaran negosiasi itu. Tapi negosiasi yang terjadi biasanya tetap mengedepankan setoran ke negara, ada gitu. Dengan perhitungan yang sebenarnya, dari SKP yang semisalnya ditetapkan Rp 10 miliar akan mendapat potongan sebesar Rp 1 miliar. Namun, hal tersebut juga variatif karena sangat tergantung pada keberhasilan dari si negosiator. Kalau saya biasanya tuh nggak lebih dari 30 persen,"  ungkap Mr.X terakhir.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Internasional 06 Jun 2026, 23:15 WIB

Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Selat Hormuz Terancam Ditutup Total

Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait & Bahrain dengan rudal balistik. Dampaknya, pasar energi global terguncang, Selat Hormuz terancam ditutup, dan Rupiah sempat anjlok ke Rp18.095 per dolar

Metropolitan 06 Jun 2026, 21:16 WIB

Info Lengkap Reading Hours Jakarta Future Festival 2026: Lokasi, Jadwal, dan Cara Ikut

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di TIM gelar sesi gratis "Reading Hours" bersama Silent Book Club Jakarta pada Minggu, 7 Juni, jam 09.00-10.00 WIB. Cukup bawa buku sendiri ke Lobi Gedung Trisno.

Ekonomi 06 Jun 2026, 19:40 WIB

Makan Bergizi Gratis Bikin APBN Jebol? Ini Jawaban Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.

Jakarta Selatan 06 Jun 2026, 17:20 WIB

Jadwal HBKB Rasuna Said Minggu Ini, Ada Cinta Laura hingga Bazar Murah!

HBKB Rasuna Said dimulai Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30-09.00 WIB. Acara dimeriahkan Cinta Laura, parade sampah, bazar pangan murah, festival UMKM, ondel-ondel, dan pendaftaran KLG lansia/disabilitas

Bisnis 06 Jun 2026, 16:49 WIB

PNM Bangun Budaya Kerja Apresiatif Lewat PNM Excellence Awards 2026

27 tahun PNM bareng 70 ribu insan luncurkan PNM Excellence Awards 2026. Simak langkah besar bangun budaya kerja apresiatif di sini!

Ekonomi 06 Jun 2026, 16:35 WIB

PNM Siapkan Langkah Transformasi Berbasis Kebermanfaatan yang Berkelanjutan

PNM mulai babak baru transformasi berbasis kebermanfaatan. Temukan strategi pemberdayaan UMKM dan komitmen sosiokultural untuk Indonesia maju!

Gadget 06 Jun 2026, 15:31 WIB

Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul di Bluetooth SIG, Samsung Siap Rilis HP Lipat Kasta Tertinggi!

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 standar (desain paspor 201g) & Z Fold 8 Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200MP) pada 22 Juli 2026 di London guna hadapi Huawei & Apple.

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:07 WIB

Untuk ke 9 Kalinya, DKI Jakarta Raih Opini WTP dari BPK RI

Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 12:18 WIB

Pramono Anung Segera Sesuaikan Tarif Transjabodetabek Bulan Ini, Termasuk Rute Blok M-Bandara Soetta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan evaluasi tarif dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Pendidikan 06 Jun 2026, 11:08 WIB

Pencairan Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2026 Bulan April Mulai Dilakukan, Disalurkan kepada 707.477 Peserta Didik, Berikut Rinciannya

KJP Plus merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:41 WIB

EastjakFest 2026 Siap Meriahkan HUT ke 499 Kota Jakarta, Hadirkan Vaksinasi Rabies, Bibit Gratis, dan Edukasi Ketahanan Pangan

Acara ini akan digelar tepat di hari ulang tahun Jakarta yakni pada 22 Juni 2026.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:25 WIB

Dinas LH DKI Jakarta akan Gelar Aksi Pilah Sampah di CFD Rasuna Said Besok

Kegiatan ini adalah bagian upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:08 WIB

Hadapi Ancaman Polusi, Pemprov DKI Kembangkan EWS Kualitas Udara Bersama BMKG

Kehadiran sistem EWS ini diharapkan mampu memberikan informasi prediktif mengenai kondisi kualitas udara di Ibu Kota.

Metropolitan 06 Jun 2026, 09:39 WIB

Pramono Anung Buka Jakarta Future Festival 2026, Dorong Anak Muda Ikut Rancang Masa Depan Jakarta

Pramono Anung resmi membuka JFF 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Ekonomi 05 Jun 2026, 23:19 WIB

Strategi Investasi Tepat Saat Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Ekonomi RI tertekan: Rupiah tembus Rp18.000 dan IHSG anjlok ke 5.594 akibat PHK, pajak naik, serta modal asing keluar. Investor disarankan masuk bertahap dan atur portofolio sesuai profil risiko.

Nasional 05 Jun 2026, 21:53 WIB

Strategi 'Rangkul Lalu Pukul', Bisakah Layer Cukai Rendah Jinakkan Pabrik Rokok Ilegal?

Skema "rangkul lalu pukul" lewat layer cukai baru demi kejar Rp30 T menuai kritik. Cara ini dinilai beri karpet merah bagi rokok ilegal dan picu kecurangan baru ketimbang menegakkan hukum secara tegas

Nasional 05 Jun 2026, 20:21 WIB

BBM Mulai Dicampur Bioetanol 5%, Ini Efeknya untuk Mobil dan Motor Tua

Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.

Sport 05 Jun 2026, 19:18 WIB

Lebih dari 50 Tenant Indonesia Open 2026 Gunakan Pembayaran Digital BNI

BNI menghadirkan pembayaran digital di Indonesia Open 2026 melalui EDC dan QRIS wondr untuk transaksi praktis.