AYOJAKARTA.COM -– Kakak Brigadir J, Yuni Artika Hutabarat mengungkapkan bahwa keluarganya sempat berharap Ricky Rizal yang menjadi justice collaborator.
Menurutnya keluarganya akan lebih menerima jika Ricky Rizal yang menjadi justice collaborator dibandingkan dengan Richard Eliezer alias Bharada E.
Bahkan jika Ricky Rizal yang menjadi justice collaborator, meskipun nantinya divonis bebas pun keluarganya akan cepat menerimanya.
“Kami sekeluarga sebenarnya kalau Ricky Rizal yang seandainya dia yang mau jadi JC, mungkin kami sedikit legowo menerima,” tutur Yuni dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Senin (20/2/2023).
“Bahkan kalaupun kondisinya bebas kami bisa menerima dengan cepat,” imbuhnya.
Namun ia mengungkapkan ada beberapa perbedaan ketika Richard Eliezer yang menjadi justice collaborator.
Hal ini menurutnya berkaitan dengan beberapa keluarganya yang masih sedikit kecewa belum bisa menerima vonis 1 tahun 6 bulan yang dijatuhkan hakim terhadap Bharada E.
Diketahui bahwa sebelumnya bibi atau tante dari Brigadir Yosua masih merasa kecewa atas vonis yang teramat ringan yang dijatuhkan terhadap Richard Eliezer.
Baca Juga: Divonis Ringan oleh Hakim, Pengamat Kepolisian Sebut Richard Eliezer Layak untuk PTDH, Kenapa?
Yuni Hutabarat kembali mengatakan bahwa beberapa keluarganya yang masih merasa kecewa atas vonis yang dijatuhkan oleh hakim yakni karena Bharada E yang menembak Brigadir J.
Menurutnya tembakan tersebut juga bukan merupakan tembakan peringatan tetapi tembakan yang hampir melumpuhkan karena mengenai dada adiknya.
“Karena kan Eliezer ini juga kan salah satu yang menembak ya, itu yang membuat hati kami sedikit sakit, karena kami membayangkan waktu Yosua ditembaki oleh Eliezer,” ujar Yuni.
“Itu bukan satu kali dan itu bukan tembakan yang melumpuhkan tapi hampir mematikan salah satunya di dada itu sangat menyakitkan sebenarnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa hal yang wajar jika tantenya merasakan kekecewaan karena Brigadir Yosua sudah dianggap anak oleh keluarganya tersebut.
Yuni menambahkan bahwa bibinya masih terbayang-bayang atas kejadian naas yang menimpa adiknya di mana ditembaki oleh Bharada E hingga bersimbah darah dan menjerit kesakitan.
“Mereka masih membayangkan kejadian saat itu bagaimana Yosua ditembaki oleh Eliezer bersimbah darah menjerit kesakitan, itu yang membuat mereka masih sakit hatinya saat ini,” ungkapnya.
Namun dibalik itu semua, Yuni Hutabarat menegaskan bahwa keluarganya juga bersyukur karena Bharada E dapat membuka kasus yang ditutup-tutupi oleh Ferdy Sambo.
Sehingga terungkap kejadian yang sebenarnya bukan tembak-menembak melainkan pembunuhan berencana yang didalangi oleh Ferdy Sambo.
“Kami bersyukur juga Tuhan membuka hati Eliezer untuk mengungkap itu semua,” ujarnya.
Bahkan Yuni Hutabarat juga mendoakan agar Bharada E sungguh-sungguh dalam bertaubat seperti yang dikatakan.
Ia juga mendoakan semoga Tuhan dapat mengampuni rekan adiknya tersebut karena telah bersungguh-sungguh bertaubat dan menyesali perbuatannya.
“Semoga dengan ini Eliezer benar-benar bertaubat sungguh-sungguh dengan sesuai dengan apa yang telah dia katakan dia bertaubat dia menyesali perbuatannya,” tutur kakak Brigadir J.
“Semoga dia diampuni Tuhan atas kesungguhannya atas penyesalannya tersebut,” ungkapnya.***(Sulistiyaningsih)