AYOJAKARTA.COM – Mantan jaksa senior Djasman Pandjaitan menanggapi polemik tuntutan terhadap para terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Diketahui proses persidangan para terdakwa tinggal selangkah lagi menuju vonis hakim.
Sebelumnya masing-masing terdakwa telah mendapat tuntutan dari jaksa, yakni Ferdy Sambo dituntut pidana seumur hidup kemudian Putri Candrawathi serta Kuat Maruf dan Ricky Rizal dituntut pidana 8 tahun.
Sedangkan terdakwa Richard Eliezer dituntut pidana 12 tahun dimana tuntutan tersebut kemudian menjadi polemik besar di tengah masyarakat.
Pasalnya tuntutan tersebut dinilai tidak sesuai dengan peran Richard Eliezer sebagai penguak fakta atau justice collaborator.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @Rosi Kompas TV pada (1/2/23), Mantan jaksa senior Djasman Pandjaitan turut menilai jika kejujuran Richard Eliezer tidak dihargai dengan besarnya tuntutan yang diberikan kepadanya.
“Kan ini 12, ini 8,8,8 nah itu, marah loh!” tegas Mantan jaksa senior Djasman Pandjaitan.
Djasman Pandjaitan juga beranggapan jika ada yang terbalik dalam penetapan tuntutan untuk para terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J tersebut.
“Apakah terbalik, apakah tidak dihargai kejujuran daripada Eliezer, apakah juga tidak dinilai berbelit-belitan daripada si Kuat,” ujar Djasman Pandjaitan.
Rossi sang pembawa acara yang merasa keheranan kemudian menanyakan kepada Djasman Pandjaitan seperti berikut.
“Pak Jasman anda kan jaksa ya meskipun sekarang sudah tidak aktif ya, kalau anda bisa lihat itu masa junior-junior anda gak bisa lihat itu?” tanya Rossi.
Djasman Pandjaitan kemudian menjawab jika Jaksa Agung pastinya sudah membuat suatu arahan-arahan terkait tuntutan untuk para terdakwa tersebut.
“Ya inilah, inilah yang saya yang kita harapkan sebenarnya ya tapi kan ya ini harapan,” tutur Djasman.
“Pimpinan Pak Jaksa Agung juga sudah membuat suatu arahan-arahan sebenarnya,” imbuhnya.
Rosi kembali bertanya kepada mantan jaksa senior tersebut seperti berikut, “Nggak saya agak nggak habis pikir sebenarnya kalau melihat seorang jaksa senior saja bisa melihat itu kok jaksa yang masih aktif membuat tuntutan, anda kan juga mengajar jaksa-jaksa membuat kualitas tuntutan kan?”
“Betul..betul, ya,” jawab Djasman Pandjaitan.
“Masa mereka tidak bisa melihat itu?” tanya Rossi kembali.
Djasman Pandjaitan lantas menjelaskan jika hal tersebut bisa saja karena adanya pengaruh-pengaruh dari luar.
“Ya itu yang kadang-kadang ya namanya manusia kan gitu ya ada pengaruh gitu atau gimana gitu ya memang inilah,” ungkap Djasman.
Baca Juga: Sok Gagah! Oknum Pria Berseragam PNS Ini Maki-maki dan Aniaya Pedagang Kaki Lima di Bandar Lampung
Rossi langsung menanggapi dengan bertanya, “Pengaruh siapa misalnya Pak?”
“Artinya ya pengaruh-pengaruh dari omongan-omongan dari luar dia dengar gitu,” jawab mantan jaksa senior Djasman Pandjaitan.
***