Metropolitan

Peneliti Ungkap 13 Zona Megathrust di Indonesia, BMKG Prediksi Berpotensi Terjadi Gempa hingga Memicu Tsunami

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Senin 30 Jan 2023, 07:11 WIB
Peneliti Ungkap 13 Zona Megathrust di Indonesia, BMKG Prediksi Berpotensi Terjadi Gempa hingga Memicu Tsunami

AYOJAKARTA.COM - Sejumlah peneliti kegempaan terkemuka mengungkapkan ada potensi ancaman Megathrust yakni kondisi pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kotak 2 lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.

Peneliti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pepen Supendi mengungkap bahwa hasil studi penelitian menunjukkan fakta bahwa Indonesia memiliki 13 Zona Megathrust.

Dimana BMKG menegaskan bahwa Zona Megathrust yang tersebar di wilayah Indonesia ini berada di kedalaman 50 Km.

Baca Juga: Jaksa Bongkar Semua Pemesan Vonis Ferdy Sambo hingga Bekingan Kejaksaan Terungkap, Benarkah?

Dikutip dari kanal YouTube metrotvnews, kekuatan gerakan relatif lempeng di Zona Megathrust ini tertahan dan tidak terbendung, tekanan terakumulasi di dua lempeng tersebut akhirnya saling mengunci.

Kemudian akibatnya tekanan tersebut akan dilepaskan melalui gempa Megathrust yang sumber gempanya umumnya ada di bawah laut.

Megathrust memiliki potensi menimbulkan tsunami yang karena ada pergerakan besar vertikal dasar laut selama gempa terjadi apalagi dengan kekuatan yang sangat besar hingga magnitudo 8,9.

Selain itu, Indonesia yang terletak di cincin api Pasifik membuat wilayahnya rentan terjadi bencana terutama gempa dan tsunami.

Baca Juga: Ramalan Hard Gumay 2023: Ada Artis Berinisial Ini Terlibat Prostitusi hingga LGBT, Siapa?

Dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube tvOneNews, Peneliti BMKG, Pepen Supendi menyampaikan bahwa kedalaman Zona Megathrust ini mencapai 50 kilometer dan salah satunya yakni Selat Sunda.

“Pada zona subduksi ini ada bagian yang kita kenal dengan Zona Megathrust yaitu pada bidang kotak antara lempeng sampai dengan kedalaman sekitar 50 kilometer dan salah satunya adalah megathrust Selat Sunda,” jelas Pepen Supendi.

Kemudian setelah dilakukan penelitian dan identifikasi ditemukan bahwa Indonesia memiliki 13 Zona Megathrust.

“Di Indonesia sendiri ada 13 Zona Megathrust yang sudah diidentifikasi oleh para ahli, mulai dari Pantai Barat Sumatera, kemudian Selatan Jawa, hingga Nusa Tenggara, kemudian Sulawesi dan Papua,” ungkap Pepen.

Bahkan BMKG menemukan Magnitudo maksimum yang mungkin akan terjadi ketika zona tersebut alami gempa Megathrust yakni di atas 8 (M) Magnitudo.

Baca Juga: Terungkap! Ferdy Sambo Tagih Bantuan Kepada 214 pihak, Ketua Kompolnas : Ada Jejaring Khusus

"Pada Zona Megathrust ini sudah teridentifikasi Magnitudo terbesarnya yang kemungkinan dapat terjadi di wilayah tersebut ternyata di atas 8," tutur Pepen.

Kemudian, Danny Hilman pakar kegempaan dari LIPI juga mengungkapkan peneliti sudah menemukan jumlah Zona Megathrust di Indonesia.

“Kalau untuk Selat Sunda dengan Selatan Jawa ini kita bisa kalkulasi tadi ya mencapai 9,” ungkap Danny.

“Tapi siklus gempanya belum paham, jadi kita belum tahu sampai sekarang ini statusnya gimana apa masih terus bertambah apa sudah dekat dengan akhir siklus,” lanjutnya.

Beredar isu terkait Zona Megathrust ini menjadi potensi terjadinya tsunami setinggi 34 meter di pulau Jawa.

Pakar Kegempaan Danny hilman tersebut menyangkal bahwa memang isu tersebut sudah terdengar sejak 10 tahun lalu.

Baca Juga: Janji Kamaruddin Simanjuntak Terhadap Paris Manalu : Jika Menjadi Presiden Akan Angkat Dia! Begini Alasannya

Sehingga masyarakat dihimbau untuk waspada dan lebih serius lagi melakukan mitigasi bencana melalui pemerintah.

“Karena ini merupakan isu yang lama sudah dari 10 tahun yang lalu yang efeknya tuh ramai kemudian lupa ramai lupa begitu, jadi kita harus lebih serius lagi dalam mitigasi bencana ini,” tutur Danny.

“Jadi yang saya tekankan di sini adalah kita jangan lupa begitu ya, masyarakat khususnya pemerintah gitu ya lupa bahwa ini harus dimitigasi,” pungkas Danny.

13 Zona Megathrust di Indonesia yang sudah teridentifikasi oleh peneliti diketahui menjadi penyebab potensi terjadinya tsunami diantaranya sebagai berikut.

1. Subduksi Aceh Andaman

2. Subduksi Nias

3. Subduksi Batu

4. Subduksi Siberut

Baca Juga: Janji Kamaruddin Simanjuntak Terhadap Paris Manalu : Jika Menjadi Presiden Akan Angkat Dia! Begini Alasannya

5. Subduksi Pagai

6. Subduksi Enggano

7. Subduksi Selat Sunda

8. Subduksi Jawa Tengah dan Jawa Barat

9. Subduksi Jawa Timur

10. Subduksi Sumatera Barat

11. Subduksi Sulawesi Utara

12. Subduksi Lempeng Laut Filipina

13. Subduksi Utara Papua

Generator kuat terjadinya gempa yakni dengan adanya subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjang ke bawah lempeng Eurasia.

Baca Juga: Bharada E Divonis Bebas oleh Ketua Hakim, Benarkah?

Sehingga hal ini membuat daerah Selatan Jawa ini menjadi kawasan rawan gempa dan tsunami.

BMKG melaporkan tercatat gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 7,0 di Jawa ini telah terjadi sekitar 19 kali sejak tahun 1840 sampai 2006.

Sementara tsunami yang pernah terjadi di Jawa pada rentang tahun yang sama yakni sebanyak lima kali.

Menurut Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono bahwa berdasarkan frekuensi kejadian gempa yang merusak, sesar aktif lebih sering jadi penyebab dampak besar dibandingkan dengan Megathrust.

Di samping, Megathrust relatif jarang terjadi namun aktivitas ini dapat memicu terjadinya gempa dahsyat dengan magnitudo 8 hingga 9 bahkan memicu tsunami.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Dian Naren