Metropolitan

Jangan Salah Paham! Aktivitas Sesar Tidak Memicu Gempa Megathrust, Keduanya Sangat Bertolak Belakang Begini

Oleh: Rifqi Nur Fauzi Rabu 14 Des 2022, 12:07 WIB
Jangan Salah Paham! Aktivitas Sesar Tidak Memicu Gempa Megathrust, Keduanya Sangat Bertolak Belakang Begini

AYOJAKARTA.COM - Banyak orang yang belum terlalu memahami tentang perbedaan utama dari gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas sesar dan gempa bumi Megathrust.

Akhir-akhir ini, beberapa gempa bumi telah terjadi di beberapa area yang tersebar di Indonesia, khususnya Pulau Jawa.

Gempa-gempa tersebut sebagian besar telah terjadi akibat adanya aktivitas dari sesar aktif yang berada di sepanjang Pulau Jawa.

Sementara itu, ada juga ancaman lain yang menghantui Pulau Jawa, berkaitan dengan Gempa Megathrust yang diprediksi akan mengguncang dengan kekuatan yang tinggi.

Baca Juga: Info Mendesak! Kasus Baru Penyebab Gagal Jadi ASN dan PPPK, Buruan Cek Sekarang Sebelum Terlambat

Dari sini, kemudian banyak pihak yang mulai khawatir dan mengaitkan gempa bumi yang terjadi akhir-akhir ini dengan potensi Gempa Megathrust di Pulau Jawa.

Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa aktivitas sesar tersebut menyebabkan Gempa Megathrust.

Padahal, ada perbedaan mencolok antara gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas sesar dan gempa bumi yang terjadi karena subduksi atau tumbukan antar lempeng yang disebut Gempa Megathrust.

Pengertian Sesar

Dalam sebuah cuitan oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, @DaryonoBMKG memberikan penjelasan tentang sesar.

"Sesar merupakan rekahan atau lempeng kerak bumi yang bergeser," cuit Daryono (11/12/2022).

Baca Juga: Ekspresi Kaesang Pangarep yang Berubah 180 Derajat saat Layani Tamu Pernikahan Bikin Netizen Gagal Fokus!

Sementara itu, dari hasil wawancara tim AyoJakarta kepada beliau melalui WhatsApp, Daryono kembali memberikan penjelasan tentang pengertian sesar.

"Sesar merupakan bagian dari kulit bumi yang patah," ujar Daryono.

Di sisi lain, dalam sebuah artikel ilmiah di jurnal terbitan Fakultas Teknik Universitas Negeri Jember menyebutkan bahwa sesar/patahan/fault merupakan suatu gejala ketika lapisan batuan tergeser akibat gaya tekan kerak bumi.

Dijelaskan bahwa kerak bumi tersusun atas batuan yang memiliki gaya tekan hingga terjadi sebuah patahan.

Dikarenakan oleh gesekan dan kekakuan batuan, batuan tidak bisa saling melewati satu sama lain dengan mudah.

Salah satu aktivitas sesar ini antara lain adalah sesar Cugenang yang menjadi akibat terjadinya gempa Cianjur.

Baca Juga: Trik Ferdy Sambo Kelabui Bharada E untuk Tembak Brigadir J hingga Tewas: Jadi Gini Cad Skenarionya

Pengertian Megathrust

Beralih dari Sesar, kini kita akan membahas mengenai Megathrust dan keterkaitannya dengan bencana gempa bumi.

Gempa Megathrust menjadi salah satu ancaman besar yang menghantui Pulau Jawa hingga saat ini.

"Megathrust ada di Samudra Hindia selatan Jawa dan yang menjadi sumber gempa tumbukan lempeng," kata Daryono.

Dikutip dari kanal YouTube Narasi Newsroom, selama jutaan tahun permukaan lempeng berupa lempeng benua atau samudera selalu bergerak selama jutaan tahun.

Sementara itu, Indonesia sendiri menjadi salah satu wilayah yang dilewati oleh tiga lempeng sekaligus yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia.

Gerakan dari setiap permukaan lempeng tersebut bisa menghasilkan gesekan atau tumbukan, tetapi bisa juga bergerak saling menjauh.

Baca Juga: Waspada! 'Biang Kerok' Baru Gempa Jawa Barat Muncul, BMKG Melarang Warga Tinggal di Area Ini

Sementara itu, ada sebuah istilah yang dinamakan dengan ‘subduksi’, ketika terjadi tumbukan antar lempeng - lempeng samudera menyelinap ke bawah lempeng benua.

Apabila sebuah tumbukan terjadi, kekuatannya akan sangat besar karena perbedaan masa jenisnya, hal ini kemudian yang disebut dengan ‘megathrust’.

Kepala PRTH BRIN, Dr. Ing. Widjo Kongko menyampaikan penjelasannya mengenai megathrust.

Nah ini batas-batas tumbukan itu adalah daerah megathrust dan kemudian itu yang bisa menyebabkan gempa bumi dengan tinggi," ucap Dr. Ing. Widjo Kongko.

Ia kemudian menjelaskan bahwa zona subduksi yang berpotensi menimbulkan gempa Megathrust tersebar di Indonesia yang terbagi atas 13 segmen.

Baca Juga: Dijodohkan dengan Dedi Mulyadi, Ini Profil Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Tak Kalah dari Anne Ratna

"Itu daerah subduksi semua, dan itu potensi gempa megathrust, istilahnya begitu, dan itu besar, bisa sampai skala 8 keatas 8,5 bahkan 9, kaya yang di Aceh," ucap Widji Kongko.

Gambaran Perbedaan Sesar dan Subduksi Megathrust

Untuk memahami lebih lanjut tentang pembeda dari Subduksi dan Megathrust, silahkan simak peta gambaran tentang sesar dan zona Megathrust terbitan BMKG di atas.

Seperti yang bisa dilihat, segmentasi subduksi Megathrust sebagian besar berada di kawasan samudera dengan lambang garis dan segitiga dan terbagi menjadi 13 segmentasi di Indonesia.

Baca Juga: Sengit! Ferdy Sambo vs Richard Eliezer, Suami Putri Candrawathi: Ini Tanggung Jawab Kita Berdua

Sedangkan untuk sesar sendiri, persebarannya sebagian besar berada di daratan dengan simbol garis lurus tanpa segitiga.

Itulah penjelasan yang dapat kami berikan berkaitan dengan perbedaan antara sesar dan area subduksi Megathrust yang sama-sama bisa menjadi penyebab gempa bumi.

Jadi, dapat dipastikan bahwa aktivitas sesar yang menyebabkan gempa bumi belakangan ini tidak akan menimbulkan Gempa Megathrust.***

Reporter Rifqi Nur Fauzi
Editor Dian Naren