AYOJAKARTA.COM - Polda Metro Jaya kemarin mengumumkan hasil akhir penyidikan terhadap kematian satu keluarga di Kalideres yang beranggotakan empat orang. Kepolisian sebut tidak menemukan unsur tindak pidana.
"Tidak ditemukan adanya peristiwa pidana yang menyebabkan kematian empat orang tersebut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi seperti dilansir dari laman republika.go.id dengan judul "Kematian Sekeluarga Kalideres Dipastikan karena Sakit" pada Sabtu, 10 Desember 2022.
Adapun hasil penyidikan menyebutkan bahwa kematian satu keluarga tersebut juga tidak ditemukannya adanya indikasi bunuh diri maupun pembunuhan.
Baca Juga: Diduga Pengikut Sekte, Inilah 4 Teori Kematian Keluarga Kalideres
Berdasarkan atas kesimpulan penyidik yang didukung oleh tim laboratorium forensik, tim kedokteran forensik, tim psikologi forensik, dan ahli sosiologi agama. Kepolisian secara resmi menghentikan proses investigasi pada kasus kematian keluarga di Kalideres untuk kedepanya.
Hal tersebut didukung juga atas pernyataan dari Hengki, bahwa pada kedepannya penyidikan pada kasus satu keluarga tersebut akan dihentikan.
"Ke depan, kasus ini akan kami hentikan penyelidikannya," kata Hengki. Selain itu, kesimpulan juga didapatkan bahwa keempat orang tersebut meninggal secara wajar.
Sementara, Tim ahli Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri memastikan tidak ada kandungan beracun dan zat berbahaya pada tubuh korban.
"Dari segi laboratorium forensik tidak ditemukan adanya bahan beracun dan berbahaya dari tubuh korban," ujar Kabid Kimia Biologi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Pol Wahyu Marsudi.
Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan organ-organ pada tubuh tersebut pihaknya tidak menemukan adanya zat yang berbahaya.
"Dari pemeriksaan organ-organ tubuh tersebut, baik itu dari ayah, ibu, anak, maupun paman, kami tidak menemukan adanya bahan beracun dan berbahaya," ujar Wahyu.
Kemudian, berdasarkan urutan waktu meninggalnya korban pertama kali adalah Rudiyanto, kedua istrinya Reny Margaretha, lalu disusul Budiyanto, dan terakhir Dian.
"Rudiyanto meninggal perdarahan saluran cerna, Renny Margaretha karena kelainan payudara, Budiyanto serangan jantung, dan Dian karena gangguan pernapasan," kata dokter forensik yang juga kepala Instalasi Forensik RSCM Ade Firmansyah Sugiharto.
Baca Juga: Kematian Keluarga Kalideres Bukan Kelaparan, Polri: Penyakit Biasa pada Umumnya
Ketua Tim Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Reni Kusumawardhani menambahkan bahwa keadaan yang sakit serta kepasrahan secara psikologi itulah yang menyebabkan satu keluarga itu tewas secara berurutan dan alami.
Selain itu, keluarga tersebut diketahui mengasingkan diri dari kerabat-kerabatnya selama dua dekade terakhir. Pada akhirnya selama itu juga tidak ada komunikasi bahkan untuk meminta pertolongan dari keluarga kerabatnya.
"Mengasingkan diri mereka sejak lama sekitar 20 tahunan sehingga komunikasi dengan kerabat sudah terputus. Ini menyebabkan mereka sungkan dan enggan untuk meminta pertolongan atau dukungan," katanya.
Keempat jenazah itu diketahui ditemukan meninggal dunia didalam rumah di Kompleks Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, pada 10 November 2022 silam.***