AYOJAKARTA.COM – Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu, kerap disebut Bharada E, menjadi tersangka sekaligus justice collaborator dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Selan Richard Eliezer alias Bharada E, tersangka lain dalam perkara pembununah terhadap Brigadir J adalah Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.
Dua orang terdakwa lagi adalah mantan ajudan Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan supir sekaligus asisten rumah tangga keluarga FS, Kuat Ma’ruf.
Brigadir J meninggal dunia diibunuh dengan tembakan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas mantan Kadivpropam Polri, Ferdy Sambo, di Kompleks Polri Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Salah satu alasan Bharada E menjadi justice collaborator dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua adalah karena rasa bersalah yang terus menghantui polisi itu.
Menurut penasihat hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy, Bharada E masih terus bermimpi tentang Yosua alias Brigadir J.
Baca Juga: Detik-detik Rekaman di CCTV Sebelum Yosua Ditembak di Rumah Dinas Ferdy Sambo
Mendiang Yosua kerap mendatangi Richard dalam mimpi, menurut Ronny Talapessy, sejak bulan Juli hingga dua minggu lalu. Bharada E mengaku mengaku merasa bersalah atas terjadinya pembunuhan terhadap Brigadir J.
“Sampai dari kejadian bulan Juli sampai dua minggu lalu itu masih dimimpiin," ujar Ronny kepada wartawan, Rabu 30 November 2022.
Mimpi yang dialami Richard, menurut Ronnya Talapessy, cukup menjelaskan suasana kebathinan yang dialami Richard lantaran menjadi penembak temannya sendiri atas perintah dari Ferdy Sambo.
“Ini menjelaskan suasana dari klien saya bahwa dia merasa bersalah, karena mengingat ini teman sendiri, bukan orang lain. Ini teman sendiri disampaikan bahwa dia sempat satu kamar tidur. Itu kan fakta di persidangan yang terungkap,” Ronnya Talapessy.
Sebelumnya, dalam perbincangan di Kompas TV, Ronny Talapessy juga mengungkapkan bahwa Richard dan Yosua memiliki kedekatan. Mereka sebelun terakhir sebelum terjadi pembunuhan terhadap Brigadir tidur sekamar.
Pada awal kejadian pembunuhan terhadap Yosua, Bharada E mengungkapkan pengakuan yang berdasarkan skenario buatan Ferdy Sambo. Ketika itu, Richard menyebut terjadi tembak menembak antara dirinya dengan Brigadir J.
Belakangan, Bharada E mengungkapkan kejadian yang sesungguhnya antara lain tidak ada peristiwa tembak menembak tersebut.
Dia atas perintah Ferdy Sambo menembak Brigadir J tanpa perlawanan. Ferdy Sambo juga ikut menembak sehingga Yosua meninggal dunia.