AYOJAKARTA.COM -- Sidang Tanwir Pra Muktamar menetapkan 39 nama calon anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah masa jabatan 2022—2027 pada hari ini, Jumat 18 November 2022.
Ke-39 nama calon anggota PP Muhammadiyah 2022—2027 itu dipilih oleh 197 orang yang hadir dari unsur PP Muhammadiyah, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dan perwakilan organisasi otonom tingkat pusat.
Pimpinan sidang Budi Setiawan membacakan 39 orang yang terpilih sebagai calon anggota PP Muhammadiyah 2022—2027 sebagai berikut:
- Anwar Abbas: 190 Suara
- Syamsul Anwar: 182 Suara
- Haedar Nashir: 175 Suara
- Saad Ibrahim: 170 Suara
- Abdul Muti: 166 Suara
- Dadang Kahmad: 165 Suara
- Hilman Latief: 165 Suara
- Syafiq A. Mughni: 164 Suara
- Amirsyah Tambunan: 164 Suara
- Busyro Muqoddas: 164 Suara
- Agus Taufirqurrohman: 150 Suara
- Imam Addaruqutni: 147 Suara
- Agung Danarto: 147 Suara
- Marpuji Ali: 142 Suara
- Muhadjir Effendy: 141 Suara
- Ari Anshori: 137 Suara
- Ahmad Dahlan Rais: 134 Suara
- Sofyan Anif: 130 Suara
- Muhammad Ziyad: 125 Suara
- Khoiruddin Bashori: 122 Suara
- Muhammad Sayuti: 121 Suara
- Mamun Murod Al Barbasy: 121 Suara
- Irwan Akib: 120 Suara
- Mohammad Agus Samsudin: 118 Suara
- Hajriyanto Y. Thohari: 115 Suara
- Fathurrahman Kamal: 113 Suara
- Armyn Gultom: 109 Suara
- Zakiyudin Baidhawy: 107 Suara
- Agus Sukaca: 106 Suara
- Hamim Ilyas: 105 Suara
- Untung Cahyono: 103 Suara
- M. Rizal Fadilah: 103 Suara
- Budi Setiawan: 103 Suara
- Ambo Asse: 100 Suara
- Bambang Setiaji: 99 Suara
- Ahmad Khairuddin: 99 Suara
- Asep Purnama Bahtiar: 99 Suara
- Syaifullah: 97 Suara
- Saidul Amin: 91 Suara
Anggota Panitia Pemilihan (Panlih), Muchlas mengatakan bahwa hasil e-voting dipastikan 100% sah.
Keyakinan Muchlas ditopang oleh dua hal, pertama, level akurasi mesin e-voting, dan kedua, pakta integritas dari panitia pemilihan yang mengurus data.
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat: Kenapa Mulut Kita Satu dan Telinga Kita Dua, Ini Rahasia Menurut Al Quran
Baca Juga: Muhammadiyah Akan Beli Gereja Tua Dekat Madrid Spanyol Senilai Rp40 Miliar, Mau Bangun Pusat Islam
Dari sisi mesin e-voting, kata Muchlas, mekanisme itu telah menjalani serangkaian tes dari sisi white box dan black box.
“Ini kan aplikasi kita dalam membangunnya menjalani beberapa tes, pertama dari sisi white box-nya yaitu dari sisi speed-nya itu sendiri sudah kita lakukan pengujian, kemudian yang kedua dari black box test-nya, jadi misalnya menguji kesesuaian yang dimasukkan dengan outputnya.”
“Jadi ini didampingi oleh seluruh tim panitia pemilihan, jadi pemasukan data-datanya, relasi data dengan yang ada di screen, itu semua sudah kita cek ada disisi black box testnya,” terang Muchlas seperti dilansir laman resmi Muhammadiyah, www.muhammadiyah.or.id.
Selanjutnya, Muchlas menuturkan bahwa meski akurasi mesin e-voting berstatus zero error dengan akurasi 100 persen, hal ini diperkuat dengan adanya pakta integritas panlih sehingga keterjaminan akurasi data melebihi angka 100 persen.
“Tentu karena di Muhammadiyah juga menjunjung tinggi moralitas sehingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah mempercayakan kepada panitia pemilihan ini yang semuanya itu dilakukan dengan cara memberikan pakta integritas. Jadi di sana ada integritas yang tinggi dari pantitia pemilihan yang melakukan testing tersebut,” kata Muchlas.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Bocorkan Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang Benar, Rezeki akan Ikut Mengalir
“Sehingga dari sisi validasi kontennya, kesesuaian antara yang dipilih dengan apa yang tampil di layar itu sangat verified. Bahkan kalau kita bilang black box test itu sudah 100 persen, validitasnya 100 persen. Kita berani mengatakan seperti itu,” ujar Muchlas.