Nasional

Ini Dia 39 Calon Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2022—2027, Anwar Abbas Nomor 1

Oleh: Admin Jumat 18 Nov 2022, 17:10 WIB

 

AYOJAKARTA.COM -- Sidang Tanwir Pra Muktamar menetapkan 39 nama calon anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah masa jabatan 2022—2027 pada hari ini, Jumat 18 November 2022.

Ke-39 nama calon anggota PP Muhammadiyah 2022—2027 itu dipilih oleh 197 orang yang hadir dari unsur PP Muhammadiyah, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dan perwakilan organisasi otonom tingkat pusat.

Pimpinan sidang Budi Setiawan membacakan 39 orang yang terpilih sebagai calon anggota PP Muhammadiyah 2022—2027 sebagai berikut:

  1. Anwar Abbas: 190 Suara
  2. Syamsul Anwar: 182 Suara
  3. Haedar Nashir: 175 Suara
  4. Saad Ibrahim: 170 Suara
  5. Abdul Muti: 166 Suara
  6. Dadang Kahmad: 165 Suara
  7. Hilman Latief: 165 Suara
  8. Syafiq A. Mughni: 164 Suara
  9. Amirsyah Tambunan: 164 Suara
  10. Busyro Muqoddas: 164 Suara
  11. Agus Taufirqurrohman: 150 Suara
  12. Imam Addaruqutni: 147 Suara
  13. Agung Danarto: 147 Suara
  14. Marpuji Ali: 142 Suara
  15. Muhadjir Effendy: 141 Suara
  16. Ari Anshori: 137 Suara
  17. Ahmad Dahlan Rais: 134 Suara
  18. Sofyan Anif: 130 Suara
  19. Muhammad Ziyad: 125 Suara
  20. Khoiruddin Bashori: 122 Suara
  21. Muhammad Sayuti: 121 Suara
  22. Mamun Murod Al Barbasy: 121 Suara
  23. Irwan Akib: 120 Suara
  24. Mohammad Agus Samsudin: 118 Suara
  25. Hajriyanto Y. Thohari: 115 Suara
  26. Fathurrahman Kamal: 113 Suara
  27. Armyn Gultom: 109 Suara
  28. Zakiyudin Baidhawy: 107 Suara
  29. Agus Sukaca: 106 Suara
  30. Hamim Ilyas: 105 Suara
  31. Untung Cahyono: 103 Suara
  32. M. Rizal Fadilah: 103 Suara
  33. Budi Setiawan: 103 Suara
  34. Ambo Asse: 100 Suara
  35. Bambang Setiaji: 99 Suara
  36. Ahmad Khairuddin: 99 Suara
  37. Asep Purnama Bahtiar: 99 Suara
  38. Syaifullah: 97 Suara
  39. Saidul Amin: 91 Suara

Anggota Panitia Pemilihan (Panlih), Muchlas mengatakan bahwa hasil e-voting dipastikan 100% sah.

Keyakinan Muchlas ditopang oleh dua hal, pertama, level akurasi mesin e-voting, dan kedua, pakta integritas dari panitia pemilihan yang mengurus data.

Baca Juga: Ustad Adi Hidayat: Kenapa Mulut Kita Satu dan Telinga Kita Dua, Ini Rahasia Menurut Al Quran

Baca Juga: Muhammadiyah Akan Beli Gereja Tua Dekat Madrid Spanyol Senilai Rp40 Miliar, Mau Bangun Pusat Islam

Dari sisi mesin e-voting, kata Muchlas, mekanisme itu telah menjalani serangkaian tes dari sisi white box dan black box.

“Ini kan aplikasi kita dalam membangunnya menjalani beberapa tes, pertama dari sisi white box-nya yaitu dari sisi speed-nya itu sendiri sudah kita lakukan pengujian, kemudian yang kedua dari black box test-nya, jadi misalnya menguji kesesuaian yang dimasukkan dengan outputnya.”

“Jadi ini didampingi oleh seluruh tim panitia pemilihan, jadi pemasukan data-datanya, relasi data dengan yang ada di screen, itu semua sudah kita cek ada disisi black box testnya,” terang Muchlas seperti dilansir laman resmi Muhammadiyah, www.muhammadiyah.or.id.

Selanjutnya, Muchlas menuturkan bahwa meski akurasi mesin e-voting berstatus zero error dengan akurasi 100 persen, hal ini diperkuat dengan adanya pakta integritas panlih sehingga keterjaminan akurasi data melebihi angka 100 persen.

“Tentu karena di Muhammadiyah juga menjunjung tinggi moralitas sehingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah mempercayakan kepada panitia pemilihan ini yang semuanya itu dilakukan dengan cara memberikan pakta integritas. Jadi di sana ada integritas yang tinggi dari pantitia pemilihan yang melakukan testing tersebut,” kata Muchlas.

Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Bocorkan Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang Benar, Rezeki akan Ikut Mengalir

“Sehingga dari sisi validasi kontennya, kesesuaian antara yang dipilih dengan apa yang tampil di layar itu sangat verified. Bahkan kalau kita bilang black box test itu sudah 100 persen, validitasnya 100 persen. Kita berani mengatakan seperti itu,” ujar Muchlas.

Reporter Admin
Editor Eries Adlin