AYOJAKARTA.COM---Misteri kematian sekeluarga yang meninggal dengan kondisi mengering di Kalideres, Jakarta menemui titik terang yang baru.
Sebelumnya, disampaikan bahwa ditemukan sekeluarga empat orang, meninggal dalam keadaan lambung kosong, tidak ada persediaan makanan, terdapat lilin, bedak bayi, kapur barus hingga tumpukkan sampah. Hal ini membuat dugaan awal bahwa sekeluarga meninggal karena kelaparan.
Baca Juga: Penyebab Lain Tewasnya Satu Keluarga Kalideres: Menderita Demi Satu Kenikmatan di Kemudian Hari
Akan tetapi, dikutip oleh AyoJakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV edisi live streaming Konferensi Pers Polda Metro Jaya, setelah olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP pada 13 November 2022 lalu, didapatkan bukti-bukti baru seperti yang sudah viral.
Lilin, bedak bayi, kapur barus, hingga tumpukan sampah yang kuat diduga untuk menyamarkan bau jenazah yang mulai membusuk. Sehingga dugaan meninggal karena kelaparan dihempas oleh Kombes Endra Zulpan selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Selain itu, Kombes Endra Zulpan menambahkan, bahwa saat ini akan dilakukan SCI atau Scientific Crime Investigation. Sebuah metode investigasi secara sains untuk memecahkan kasus kriminal yang belum terpecahkan melalui olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Scientific Crime Investigation, akan melibatkan tim ahli yang terdiri dari Ahli Laboratorium Forensik, Ahli Kedokteran Forensik, dan Ahli Psikologi Forensik untuk menggali sebab meninggalnya keluarga di Kalideres," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan.
Selain itu, Kombes Hendra Zulpan menjelaskan bahwa semua temuan-temuan di TKP sedang dalam proses penelitian oleh tim ahli dan korban meninggal masih di otopsi di rumah sakit.
Selanjutnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya menerangkan bahwa kasus ini akan ditangani oleh Polres Metro Jakbar, dibantu oleh Polda Metro Jaya, Dir. Kriminal Umum, Subdit. Jatanras.
Baca Juga: Misteri Kematian Satu Keluarga Kalideres, Pernah Jual Mobil Seharga Rp160 Juta
Lebih jauh para awak media yang berada di lokasi bertanya terkait saksi yang ada dan Kombes Hendra Zulpan mengatakan terdapat dua orang saksi perempuan yang saat ini tinggal di Bekasi.
Sedangkan untuk kendaraan korban yang kabarnya sudah dijual sebelum korban ditemukan meninggal, masih dalam proses penyelidikan oleh polisi.
Sementara itu, kasus kematian sekeluarga dengan empat orang menghebohkan masyarakat Indonesia berawal dari kecurigaan petugas kebersihan yang mencium aroma bangkai yang sangat menyengat saat berada di rumah keluarga di daerah Kalideres tersebut.
Baca Juga: Terkuak! Inilah 7 Fakta Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Tidak Ada Tanda Kekerasan
Pada awalnya polisi menduga keempat korban meninggal dunia karena kelaparan sebab tidak ditemukannya sisa makanan di lambung.
Akan tetapi, karena janggal, polisi memutuskan untuk melakukan penyelidikan yang melibatkan tim ahli.***