Nasional

Drama Putri Candrawathi Gagal Total, Pakar Psikologi Forensik Ungkap Bukti Brigadir J Lebih Sebagai Korbannya

Oleh: Dyah Arum Ratri Kamis 17 Nov 2022, 12:08 WIB
Drama Putri Candrawathi Gagal Total, Pakar Psikologi Forensik Ungkap Bukti Brigadir J Lebih Sebagai Korbannya

AYOJAKARTA.COM – Babak baru kembali muncul dalam proses persidangan para terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Babak baru tersebut ialah keterangan para saksi dari pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang mengungkapkan fakta mengejutkan.

Para saksi tersebut justru memberikan kesaksian yang dianggap tidak ada korelasinya dengan kasus yang sedang terjadi.

Baca Juga: Bikin Kepala Bergeleng! Bapak Infrastruktur Indonesia Melakukan Aksi Tidak Terduga Dalam Ajang Grup 20 di Bali

Dalam keterangannya, para saksi justru menyerang pribadi Brigadir J dengan menyebut ia merupakan sosok temperamental dan juga berkepribadian ganda.

Ujaran yang dianggap fitnah tersebut tidak berhenti sampai di situ saja, namun juga masih mengatakan jika Brigadir J suka pergi ke diskotik dan minta dicarikan perempuan.

Keterangan para saksi tersebut dianggap sebagai taktik untuk membentuk profil Brigadir J sesuai dengan yang dituduhkan yakni pelaku kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada (14/11/22), pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menanggapi polemik fitnah yang dilontarkan untuk Brigadir J tersebut.

Baca Juga: Martin Lukas Simanjuntak Sebut Kuat Maruf Berhalusinasi, Tak Ada Bukti Pelecehan oleh Brigadir J kepada Putri

Menurut Reza Indragiri Amriel, keterangan para saksi yang dianggap fitnah tersebut justru semakin membahayakan posisi para terdakwa.

Reza menuturkan jika fitnah yang disampaikan oleh para saksi mengenai pribadi Joshua tersebut justru memperjelas ciri-ciri Joshua sebagai korban kekerasan seksual.

“Sementara Brigadir Joshua yang sekali lagi disebut sebagai pemarah, tidak suka berinteraksi dengan teman-teman, suka dugem, minta dicarikan perempuan dan berkepribadian ganda boleh jadi justru ini penanda dialah yang sesungguhnya mengalami kekerasan seksual itu bahkan secara berulang kali” jelas pakar psikologi forensik tersebut.

 Baca Juga: Siapkan Diri CPNS 2023 Segera Dibuka, Cek Persyaratannya di Sini!

Reza Indragiri menyebut jika seorang laki-laki menjadi korban kekerasan seksual akan lebih sulit meminta pertolongan dan mengungkapkan apa yang dialaminya.

Hal tersebut disebabkan karena faktor laki-laki yang terlanjur dilabeli sebagai sosok yang kuat dan pelindung.

“Jadi korban yang lebih-lebih bernotabene jenis kelamin laki-laki ini semakin sulit untuk mencari pertolongan dan mengatakan ke siapapun bahwa sudah mengalami penderitaan sekian lama, mulutnya bisa diam seribu bahasa tapi tanda-tanda yang dialami akibat perbuatan pelecehan seksual itu dari hari ke hari itu kian nyata” ujar Reza Indragiri.

Reza Indragiri juga menjelaskan ciri laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual akan semakin sulit mengendalikan emosinya, semakin temperamental, kemudian melakukan perilaku yang mendekati seksualitas.

Baca Juga: Bupati Anne Ratna Ucapkan Ulang Tahun ke Bapak Sekda, Netizen Tak Bisa Komentar

Kemudian jika hal tersebut dikorelasi dengan penuturan para saksi mengenai kepribadian Joshua yang temperamental hingga berkepribadian ganda sangatlah berkesinambungan.

“Itu barangkali yang mengindikasi minta dicarikan perempuan lah segala macem kemudian juga mengembangkan pola hidup yang tidak sehat yaitu dugem tambah lagi kepribadian ganda itu rangkaian sifat yang bisa kita temukan pada korban kekerasan seksual” jelas Reza Indragiri Amriel.

“Jadi kita simpulkan dari dua orang ini siapa gerangan yang profilnya justru mendekati korban kekerasan seksual? Menurut saya mendiang Brigadir Joshualah yang profilnya justru lebih mendekati sebagai korban” pungkasnya dikutip melalui Youtube Tv One News pada (14/11/22). ***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Vincensia Enggar Larasati