TEBET, AYOJAKARTA.COM – Penerima bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), baru akan menerima pencairan BLT atau BSU termin kedua untuk bulan ketiga (November) dan keempat (Desember) senilai Rp1,2 juta pada akhir Oktober.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziya mengatakan pihaknya akan mengevaluasi dulu pelaksanaan penyaluran BLT atau BSU termin pertama (September dan Oktober) sebelum melakuan pencairan bantuan termin kedua November dan Desember.
“Kapan (pencairan BLT atau BSU) termin kedua akan dimulai? Insya Allah akan diberikan pada akhir Oktober 2020. Kami upayakan sebelum November disalurkan bantuan subsidi untuk termin kedua,” kata Ida dalam konferensi persi di Jakarta, Kamis (1 Oktober 2020).
Kementerian Ketenagakerjaan sampai dengan 30 September telah menyalurkan pencairan BLT atau BSU kepada 10,7 juta pekerja dari 12,4 juta data rekening yang valid. Saat ini, Kemnaker sedang melakukan check list data rekening bank calon penerima BLT atau BSU dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, tahap 5.
Menaker Ida mengungkapkan dana BLT atau BSU yang tersalurkan karena ada persoalan dengan rekening calon penerima akan dikembalikan ke Kas Negara. Meski begitu, Kemnaker sudah mengajukan usulan agar dana yang tidak tersalurkan dialokasikan kepada profesi yang sebenarnya juga membutuhkan bantuan seperti guru honorer dan guru agama.
“Aspirasi Kemnaker direspons Satgas PEN dan Presiden mengenai suara teman-teman guru honorer di Kemenag maupun Kemendikbud. Kami akan sampaikan ke kas negara untuk disalurkan (sisa anggaran) kepada guru honorer,” kata Menaker Ida.
Berikut ini alur pencairan BLT atau BSU pekerja dan buruh formal yang Ayojakarta sarikan dari penjelasan Kemnaker:
-
Pertama: Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang erdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BPJamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.
-
Kedua: HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BPJamsostek.
-
Ketiga: BPJS Ketenagakerjaan melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.
-
Keempat: Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
-
Kelima: Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melalukan check list.
-
Keenam: Selesai check list, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
-
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?
Ketujuh: Kemudian, KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
-
Kedelapan: Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.
Dengan mengikuti alur tersebut, untuk calon penerima BLT atau BSU tahap 3 yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antarbank. Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitte resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan penyaluran BSU atau BLT tahap 4 telah cair pekan lalu.
“Alhamdulillah, proses cek kelengkapan data sudah selesai. Dari 2,8 juta data calon penerima tahap 4, sebanyak 2,65 juta orang yang sudah lengkap datanya telah diproses pencairan ke KPPN. Sisanya, sekitar 150 ribu kami kembalikan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk dilengkapi datanya. Hal ini kami lakukan agar betul-betul penerima subsidi upah atau gaji tepat sasaran,” kata Menaker Ida di Jakarta pada Rabu (23 September).
“Kami berharap penyaluran tahap IV ini terus berjalan dengan lancar seperti tahap 1,2 dan 3, sehingga target penyaluran pembayaran tahap pertama bantuan subsidi upah/gaji bisa tercapai,” kata Menaker Ida.
Berdasarkan data Kemnaker per 22 September 2020, realisasi penyaluran subsidi upah/gaji tahap 1 telah mencapai 2.484.429 orang atau 99,38 persen dari total penerima tahap I sebanyak 2,5 juta orang.
Kemudian untuk tahap 2, penyalurannya telah mencapai 2.980.913 orang atau 99,36 persen dari total penerima tahap 2 sebanyak 3 juta orang.
Untuk tahap 3, penyaluran telah mencapai 3.356.866 orang atau 95 persen dari total 3,5 juta orang. Total Tahap 1, 2, dan 3 sebanyak 8.822.208 penerima atau 98,02 persen dari 9 juta orang.
Kalian yang merasa memenuhi kriteria penerima sesuai dengan Permenaker No.14 tahun 2020 belum juga kunjung menerima bantuan? Mungkin ini salah satu penyebabnya seperti dilansir Kementerian Ketenagakerjaan:
1. Rekening bank tidak sesuai nomor induk kependudukan (NIK)
2. Rekening bank yang sudah tidak aktif
AYO BACA : Cara Mudah Mencairkan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan via Lapak Asik Online
3. Rekening bank pasif
4. Rekening bank yang tidak terdaftar
5. Rekening telah dibekukan oleh bank
Berikut ini proses pencairan BLTdan BSU untuk pekerja dan buruh formal versi Kemnaker:
KRITERIA PENERIMA
Kriteria penerima BLT untuk pekerja dan buruh formal diatur dalam Pasal 3 ayat (2) Permenkaer No.14/2000. Berikut ketentuan yang diatur dalam beleid tersebut:
-
1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan
-
2. Terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan yang yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan
-
3. Pekerja/buruh penerima gaji/upah
-
4. Kepesertaan sampai dengan bulan Juni 2020
-
5. Peserta peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan gaji/upah di bawah Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai gaji/upah terakhir yang dilaporkan oleh pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan
-
6. Memiliki rekening bank yang aktif.
AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Belajar dari Gus Baha dan Anak Tongkrongan