Nasional

Ferry Irwandi Kena Serangan Doxing hingga Ancaman Pembunuhan Setelah Gencar Kritisi Pemerintah Indonesia

Oleh: Katarina Erlita Kamis 04 Sep 2025, 15:49 WIB
Ferry Irwandi Kena Serangan Doxing hingga Ancaman Pembunuhan Setelah Gencar Kritisi Pemerintah Indonesia (Sumber: youtube.com/@ferryirwandi)

AYOJAKARTA.COM - Nama Ferry Irwandi tengah menjadi sorotan publik. Aktivis, konten kreator, sekaligus influencer ini mengaku menjadi korban doxing, fitnah, hingga ancaman pembunuhan setelah gencar mengkritisi pemerintah Indonesia.

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry Irwandi menyebut akun nationalsecurity.id sebagai pihak yang melakukan fitnah dan menyebarkan data pribadinya.

“Akun itu sudah doxxing gue, korbannya banyak. Fitnah, fake chat, framing video, sampai foto bareng tokoh politik dipelintir. Sebenarnya apa yang kalian mau sih?” tulisnya.

Baca Juga: Taspen dan Hari Pelanggan Nasional 2025: Dedikasi Tulus untuk Seluruh Peserta

Tak hanya itu, Ferry juga menerima ancaman serius melalui WhatsApp. Ia diperingatkan ada pihak yang berencana mengerahkan ribuan orang ke rumahnya.

“Pagi-pagi buka HP selalu ada ancaman. Doxxing udah, fitnah udah, fake chat udah, bahkan ancaman pembunuhan,” ungkapnya. Meski begitu, ia menegaskan tak akan berhenti bersuara.

Ferry Irwandi sebelumnya dikenal sebagai salah satu orator lantang dalam demonstrasi mahasiswa menolak tunjangan pensiun DPR RI di depan Gedung DPR pada 1 September 2025.

Dalam orasinya, ia menyebut tunjangan tersebut tidak masuk akal dan justru menjadi beban fiskal negara. Menurutnya, jabatan politik tidak semestinya mendapat fasilitas pensiun. “Seharusnya dihapus, beban fiskalnya terlalu besar,” tegas Ferry.

Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp: Cara Aktifkan Writing Help Berbasis AI

Selain menyoroti DPR, ia juga menyerukan perlunya reformasi besar-besaran di berbagai lini pemerintahan, termasuk eksekutif, kepolisian, hingga militer.

Ia mengajak mahasiswa untuk tetap solid, tidak terprovokasi, dan fokus memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kita tinju ke atas, bukan ke samping. Negara ini layak punya pemerintah yang lebih baik,” serunya di hadapan massa.

Ferry bukan nama baru di dunia aktivisme. Lahir di Jambi pada 16 Desember 1991, ia dikenal sebagai pendiri Malaka Project, platform edukasi digital untuk memberdayakan generasi muda dengan pemikiran kritis.

Baca Juga: Demo Damai Sejak 2007, Aksi Kamisan 4 September 2025: Refleksi dan Doa Korban Tragedi 28-31 Agustus

Sebelum terjun penuh sebagai konten kreator, ia sempat bekerja sebagai pegawai negeri di Kementerian Keuangan selama 10 tahun sebelum mengundurkan diri pada 2022.

Aktif di YouTube sejak 2010, Ferry membahas politik, keuangan, filsafat, hingga isu sosial. Ia juga kerap mengkritik promosi judi online oleh influencer.

Dari dunia pendidikan, ia lulusan STAN dengan IPK 3,61, melanjutkan studi ke Australia, dan kini tengah menyiapkan disertasi di Monash University.

Meski dihantam ancaman serius, Ferry menegaskan akan tetap konsisten menyuarakan reformasi. Baginya, perlawanan terhadap kebijakan yang merugikan rakyat adalah tanggung jawab moral.

Ferry Irwandi, aktivis dan konten kreator, alami doxing, fitnah hingga ancaman pembunuhan usai kritik DPR soal tunjangan pensiun dan serukan reformasi besar-besaran di Indonesia.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita