Nasional

Jejak Kontroversi dan Prestasi Menteri Keuangan Purbaya, dari Blunder Sampai Punya Stretegi Jitu Jaga Stabilitas Perbankan

Oleh: Katarina Erlita Sabtu 13 Sep 2025, 08:29 WIB
Jejak Kontroversi dan Prestasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Sumber: Instagram.com/@yudhisadewa)

AYOJAKARTA.COM - Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani pada reshuffle kabinet, Senin (8/9/2025).

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Meski baru beberapa hari menjabat, namanya langsung jadi sorotan publik. Bukan hanya karena kontroversi, tetapi juga karena rekam jejak prestasi yang ia bawa.

Baca Juga: Public Expose 2025: Jasa Marga Pamerkan Proyek Raksasa dan Laba Fantastis

Blunder 17+8 dan Kontroversi Anak

Salah satu kontroversi terbesar datang dari komentarnya soal tuntutan 17+8 yang sedang ramai disuarakan berbagai pihak.

Purbaya Yudhi Sadewa menilai tuntutan tersebut hanya mewakili “segelintir suara rakyat” dan percaya jika ekonomi tumbuh 6–7 persen, isu itu akan hilang dengan sendirinya. Pernyataan ini menuai kritik luas karena dianggap meremehkan aspirasi masyarakat.

Kontroversi lain muncul dari unggahan anaknya, Yudo Sadewa. Lewat Instagram story, Yudo menulis kalimat yang dianggap menyindir Sri Mulyani.

Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi iPhone 17 vs iPhone 17 Air, Lebih Worth Mana?

Setelah viral, Yudo akhirnya meminta maaf, tetapi polemik ini menambah sorotan tajam kepada keluarga Purbaya.

Kedekatan dengan Luhut

Dilansir dari akun Instagram Bennix, karier Purbaya juga tidak lepas dari bayang-bayang kedekatannya dengan Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia beberapa kali mendampingi Luhut di berbagai posisi strategis sejak 2015, mulai dari Kantor Staf Presiden, Kemenko Polhukam, hingga Kemenko Maritim dan Investasi.

Baca Juga: Peringatan BPBD DKI Jakarta Selama 3 Hari! Potensi Cuaca Ekstrem hingga Hujan Lebat

Bahkan, ia juga terlibat dalam Tim Bravo Uma, relawan pendukung Jokowi pada Pilpres 2014. Hal ini membuat banyak pihak menilai karier Purbaya dibentuk oleh jejaring politik yang kuat.

Strategi Jitu Jaga Stabilitas Perbankan

Namun, di balik kontroversinya, Purbaya punya prestasi yang patut diapresiasi. Saat menjabat Ketua LPS di tengah pandemi 2020, ia menghadapi risiko bank run akibat kepanikan publik.

Dengan strategi komunikasi masif, LPS berhasil menjaga kepercayaan masyarakat melalui jaminan simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah.

Baca Juga: Pray For Bali, Update Informasi Korban Jiwa Banjir Bali dari BPBD

Hasilnya, stabilitas perbankan tetap terjaga dan tidak ada penarikan dana besar-besaran. Prestasi ini membuatnya dikenal sebagai sosok yang tenang dalam krisis.

Kepercayaan Lintas Rezim

Menariknya, meski berlatar belakang teknik, Purbaya dipercaya dua presiden berbeda, Jokowi dan Prabowo, untuk mengawal ekonomi Indonesia.

Ia juga terlibat dalam penyusunan Indeks Kepercayaan Kepada Pemerintah (IKKP), sebuah metrik untuk membaca stabilitas politik-ekonomi. Kepercayaan lintas rezim ini menunjukkan bahwa Purbaya dianggap bisa diandalkan dalam situasi sulit.

Kini, tantangan baru menantinya. Publik bertanya, apakah Purbaya mampu membuktikan diri sebagai Menteri Keuangan yang bisa membawa perubahan positif, atau justru akan tenggelam oleh kontroversinya?***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita