AYOJAKARTA.COM -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan dominasinya sebagai market leader industri jalan tol dengan membukukan kinerja keuangan solid sepanjang Semester I 2025.
Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan usaha non-konstruksi dan EBITDA sebesar 4,1%, serta laba inti Rp1,9 triliun atau naik 7,1% dibanding periode yang sama 2024.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti konsistensi perusahaan dalam menjaga stabilitas finansial meski ekonomi global masih berfluktuasi.
Saat ini, Jasa Marga mengelola 1.294 km jalan tol yang beroperasi, merepresentasikan 42% tol nasional, dengan total konsesi mencapai 1.736 km.
Pertumbuhan laba tak lepas dari strategi efisiensi yang dijalankan.
Rivan menjelaskan, penurunan biaya keuangan sebesar 20,4% (YoY) menjadi salah satu kunci keberhasilan, hasil positif dari aksi Equity Financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) pada kuartal IV 2024.
“Hal ini menunjukkan komitmen Perseroan dalam menerapkan strategi pengendalian beban usaha serta fokus pada optimalisasi efisiensi dan efektivitas operasional, yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keuangan Perseroan,” ujar Rivan.
Hingga pertengahan 2025, Jasa Marga fokus menggarap lima proyek besar:
- Tol Jakarta–Cikampek II Selatan
- Tol Akses Patimban
- Tol Yogyakarta–Bawen
- Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo
- Tol Probolinggo–Banyuwangi
Pada 6 Agustus 2025, segmen Klaten–Prambanan sepanjang 7,85 km di Tol Solo–Yogyakarta–NYIA resmi beroperasi, memperkuat konektivitas wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Melalui anak usaha PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), Jasa Marga mengelola operasional sepanjang 1.481 km dan layanan preservasi di 1.160 km jalan tol.
Keduanya juga melayani tol di luar grup Jasa Marga, mempertegas peran perseroan sebagai pemain utama dalam pengoperasian jalan tol nasional.
Di lini bisnis prospektif, anak usaha PT Jasamarga Related Business (JMRB) menghadirkan Travoy Hub tahap 2 dan 3 dengan progres 98,3% yang ditargetkan rampung akhir 2025.
Kawasan terpadu ini mengintegrasikan transportasi umum, rumah sakit, hingga pusat komersial, menjadikan bisnis Jasa Marga lebih beragam dan berkelanjutan.
“Seluruh pencapaian dan upaya peningkatan kinerja Perseroan di tengah semakin banyaknya proyek jalan tol baru yang telah selesai serta mulai beroperasi, Jasa Marga tetap mampu menjaga kesimbangan antara kapasitas keuangan dan kesehatan finansial Perseroan tercemin dari stabilitas rasio keuangan yang baik pada Semester I 2025. Hal ini menunjukkan Perseroan selalu berkomitmen dalam menjaga keberlangsungan bisnisnya,” tutup Rivan.
Komitmen Jasa Marga dalam memberikan pelayanan prima terlihat dari pengembangan Intelligent Transport System (ITS) dan Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) yang terhubung dengan lebih dari 3.000 CCTV, smart camera, dan Incident Management System.
Semua teknologi ini terintegrasi dalam aplikasi Travoy, memudahkan pengguna jalan tol mendapatkan informasi lalu lintas secara real-time.
Indeks kepuasan pelanggan 2024 mencapai 5,04 dari skala 6 dengan kategori “puas”. Bahkan, JMTC meraih peringkat 1 kategori call center public service dengan predikat “Exceptional” di ajang CCSEI 2024.
Dalam pengelolaan SDM, Jasa Marga menunjukkan keseriusan pada keberagaman dan inklusi. Perwakilan perempuan dalam Nominated Talent mencapai 47,3 (melebihi target KPI 39%), sementara milenial mendominasi 78,9% (target 50%).
Selain itu, program Roadster Sportivo diluncurkan sebagai wadah aktivitas karyawan di bidang olahraga, seni, komunitas, hingga hobi, demi menciptakan lingkungan kerja sehat dan produktif.
Sebagai pengembang tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Sejumlah inisiatif strategis di antaranya:
1. Sertifikasi Green Toll Road Indonesia di empat ruas jalan tol.
2. Penyediaan 157 SPKLU di 54 rest area untuk dukung kendaraan listrik.
3. Pengolahan sampah terpadu di TIP Travoy Rest KM 88B.
4. Program Creating Shared Value (CSV) seperti Jamedlink (layanan kesehatan gratis) dan modernisasi pertanian di sekitar ruas tol.
Menatap akhir 2025, Jasa Marga optimistis dapat mencapai target pertumbuhan melalui kombinasi:
1. Menjaga pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.
2. Melakukan penyesuaian tarif sesuai rencana.
3. Menekan biaya operasional agar EBITDA terus tumbuh positif.
Dengan strategi ini, Jasa Marga menegaskan posisinya bukan hanya sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar, tetapi juga sebagai pionir inovasi dan keberlanjutan di industri infrastruktur Indonesia.
Share this article
Jasa Marga catat laba Rp1,9 triliun di Semester I 2025, perkuat posisi market leader dengan inovasi, efisiensi, dan proyek strategis.