AYOJAKARTA.COM - Konflik antara Ferry Irwandi, CEO Malaka Project, dan grafolog Gusti Ayu Dewi terus memanas.
Melalui akun Instagramnya, Ferry kembali mengunggah bukti tangkapan layar percakapan grup WhatsApp (WAG) yang menurutnya berisi rencana menjatuhkan dirinya.
Tak hanya itu, muncul pula foto senjata api yang menimbulkan pertanyaan serius soal legalitas kepemilikannya. Dalam postingan pada Sabtu (13/9/2025), Ferry menyebut ada “orang besar” di balik percakapan tersebut.
Baca Juga: iPhone 17 Series Segera Beredar di Indonesia, Harga Fix Tembus hingga Rp40 Juta?
Ia menuduh Gusti Ayu Dewi dan rekannya, Hairi, sebagai pihak yang terlibat dalam strategi membungkam dirinya.
“Aparat mungkin bisa diperiksa itu senjata api asli atau enggak, coba tanya @gustiajudewi dan pak Hairi,” tulis Ferry.
Ferry juga mengklaim masih menyimpan ratusan chat lain di dua grup berbeda. Isinya disebut mencakup percakapan soal video manipulasi DPR, operasi “jilbab pink”, hingga keterlibatan tokoh politik. “Cuma ini? Oh tentu tidak. Masih ada ratusan chat lain,” ujarnya menegaskan.
Di sisi lain, Gusti Ayu Dewi membantah tudingan tersebut. Ia menilai Ferry justru melakukan manipulasi dan menyebarkan disinformasi, terutama terkait video viral penangkapan TNI di Palembang.
Baca Juga: 5 Bank Himbara Dapat Suntikan Dana Rp200 Triliun, Bisakah Tekan Suku Bunga Kredit?
Menurutnya, Ferry menambahkan kalimat yang tidak ada di video asli, sehingga bisa memicu keresahan publik. “Kalau dibiarkan, ini akan memecah rakyat melawan aparat. Itu bukan demokrasi, tapi tirani,” kata Gusti.
Polemik ini pun merambah ranah etika komunikasi digital. Pakar menilai, kasus ini bisa menjadi pelajaran tentang bagaimana percakapan di ruang privat seperti WAG bisa berubah menjadi isu publik yang berimplikasi hukum.
Apalagi, penyebaran foto senjata api di ruang obrolan bisa masuk ranah pidana jika terbukti ilegal. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari aparat soal keaslian senjata yang muncul dalam percakapan tersebut.
Namun, publik menanti apakah tuduhan Ferry benar-benar akan berujung pada investigasi, atau sekadar perang opini di media sosial.
Baca Juga: Review Haylou Watch 4S, Smartwatch Rp600 Ribuan dengan Dual Band GPS dan Layar Amoled
Kasus Ferry Irwandi vs Gusti Ayu Dewi menunjukkan betapa tipis batas antara kritik, fitnah, dan disinformasi di era digital.
Masyarakat pun diingatkan untuk lebih kritis dalam menyikapi klaim sepihak yang beredar tanpa verifikasi jelas.
Sejauh ini, Ferry Irwandi tidak menyebutkan secara gamblang siapa "Orang besar" yang bermaksud untuk menjatuhkannya.
Ferry hanya menyinggung ada pihak berpengaruh di balik Gusti Ayu Dewi dan Hairi yang menurutnya berniat menjatuhkan dirinya.***