Nasional

Harta Kekayaan Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan yang Didesak Mundur Oleh Driver Ojol Karena Dinilai Pro Aplikator

Oleh: Katarina Erlita Rabu 17 Sep 2025, 14:27 WIB
Harta Kekayaan Menhub Dudy Purwagandhi. (Sumber: tribratanews.polri.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Nama Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan di Kabinet Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, tengah jadi sorotan publik.

Ribuan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menuntut agar Dudy Purwagandhi segera dicopot dari jabatannya.

Mereka menilai kebijakan Dudy lebih berpihak pada aplikator transportasi online dibandingkan kesejahteraan para pengemudi.

Baca Juga: Bocoran Spesifikasi HP Lipat 3 Samsung yang Siap Dirilis Akhir Tahun 2025, Kamera Belakang Bisa Jadi Kamera Depan

Harta Kekayaan Fantastis Rp82,7 Miliar

Laporan LHKPN 2024 menunjukkan Dudy Purwagandhi memiliki total harta Rp82,76 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp41 miliar berupa aset tanah dan bangunan, termasuk properti di Jakarta Selatan senilai Rp25 miliar serta tanah warisan Rp6,3 miliar.

Ia juga tercatat memiliki aset lain di Bekasi, Tangerang, hingga Tangsel dengan nilai belasan miliar rupiah. Selain properti, Dudy mengoleksi kendaraan mewah senilai Rp5,9 miliar.

Koleksinya mencakup Toyota Land Cruiser 200 AT (Rp2,1 miliar), Mercedes Benz E300 (Rp1,34 miliar), Hyundai Ioniq 5 EV (Rp977 juta), Toyota Alphard, Camry, Honda Jazz, hingga motor listrik BMW CE04.

Baca Juga: Apa Poin Penting dalam RUU Transportasi Online yang Sedang Diperjuangkan Oleh Para Driver Ojol Dalam Demo Hari Ini?

Tak hanya itu, Dudy juga punya kas dan setara kas Rp30,4 miliar, surat berharga Rp234 juta, serta aset bergerak lainnya Rp5,5 miliar. Dengan utang hanya Rp310 juta, kekayaan bersihnya mencapai Rp82,76 miliar.

Aksi 179 Driver Ojol

Desakan agar Dudy mundur makin menguat seiring rencana aksi besar-besaran pada 17 September 2025, bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional.

Aksi bertajuk 179 Ojol akan digelar di Kementerian Perhubungan, Istana Negara, dan Gedung DPR RI. Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyebut kebijakan Dudy cenderung “vendor driven policy” karena lebih menguntungkan perusahaan aplikator dibanding driver.

Baca Juga: Adu Spesifikasi Samsung S25 FE vs S24 FE, Apa Saja Keunggulannya?

Dalam pernyataan resminya, Garda membawa tujuh tuntutan utama, mulai dari RUU Transportasi Online masuk Prolegnas 2025–2026, potongan aplikator maksimal 10 persen, hingga pencopotan Menhub Dudy Purwagandhi. Aksi ini juga didukung aliansi mahasiswa, termasuk BEM UI.

Profil Singkat Dudy Purwagandhi

Lahir di Manado pada 23 September 1970, Dudy menamatkan pendidikan hukum di Universitas Trisakti. Ia memiliki rekam jejak panjang di sektor transportasi dan bisnis, termasuk menjabat Direktur di sejumlah perusahaan hingga Komisaris PT PLN (Persero) sebelum akhirnya dipercaya Presiden Prabowo sebagai Menteri Perhubungan ke-33 pada 21 Oktober 2024.

Dengan kekayaan fantastis dan kebijakan kontroversialnya, Dudy kini berada di persimpangan antara desakan publik dan kepercayaan politik.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita