AYOJAKARTA.COM - Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh dalam sepekan terakhir meninggalkan duka mendalam. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, tak mampu menahan air mata ketika menyampaikan kondisi terkini daerahnya.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @toyamjoper2, ia mengungkapkan bahwa sejumlah kampung benar-benar hilang akibat banjir bandang.
“Ada beberapa kampung hilang entah ke mana, yaitu Sawang dan Jambuai. Aceh sekarang bagaikan mengalami tsunami ke-2,” ujarnya dengan suara bergetar.
Situasi ini makin diperparah setelah empat kampung lainnya juga dinyatakan hilang pada malam sebelumnya. Menurut Mualem, dampak bencana kali ini bahkan bisa saja lebih dahsyat dibanding tsunami 2004.
Karena itu, pemerintah berkewajiban memberi layanan dan bantuan terbaik untuk seluruh korban yang terdampak. Pada rapat paripurna pengesahan Rancangan Qanun APBA 2026 di Kantor DPRA, Kamis (27/11/2026), Gubernur Aceh resmi menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi.
Status ini berlaku selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025, guna mempercepat respons penanganan bencana.
Pemerintah Aceh telah menyalurkan bantuan darurat, namun kondisi lapangan masih sangat kompleks. Banyak akses transportasi lumpuh, termasuk jembatan nasional Banda Aceh–Medan yang putus.
Hal ini menyebabkan distribusi logistik melambat dan sejumlah wilayah masih terisolasi. Mualem bahkan meminta Kapolda Aceh menyediakan helikopter untuk menjangkau daerah yang sama sekali tidak dapat ditembus jalur darat.
Secara regional, bencana banjir dan longsor tidak hanya melanda Aceh. Sumatra Utara dan Sumatra Barat juga mengalami kerusakan sangat parah.
BNPB melaporkan total korban meninggal dunia mencapai 442 orang, sementara 402 orang masih hilang. Kepala BNPB Suharyanto menyebut tim gabungan dari BNPB, TNI/Polri, Basarnas, serta pemerintah daerah terus bekerja membuka akses, mengevakuasi korban, dan mempercepat distribusi bantuan.
Sumatra Utara mencatat korban jiwa tertinggi dengan 217 orang meninggal dan 209 orang hilang. Ribuan warga mengungsi, dan beberapa jalur utama seperti Tarutung–Sibolga terputus total.
Baca Juga: Rute dan Jadwal Keberangkatan Kereta Api Petani dan Pedagang yang Mulai Beroperasi Hari Ini
Di Sumatra Barat, 129 orang meninggal dan 118 hilang, dengan lebih dari 77 ribu jiwa terpaksa mengungsi. Sementara di Aceh sendiri, korban meninggal mencapai 96 jiwa dan 75 orang hilang, tersebar di lebih dari 10 kabupaten/kota.
Dengan luasnya kerusakan, penetapan status darurat di Aceh diharapkan mampu mempercepat mobilisasi logistik, evakuasi, dan koordinasi lintas lembaga.
Pemerintah pusat dan daerah kini berpacu dengan waktu untuk menolong warga yang masih terisolasi dan memulihkan wilayah yang luluh lantak oleh bencana besar ini.***