Nasional

Ferry Irwandi Tunjukkan Kondisi Miris Korban Banjir di Pelosok Langkat, Tidur di Atas Rel Kereta Api Tanpa Tenda

Oleh: Katarina Erlita Kamis 04 Des 2025, 21:01 WIB
Ferry Irwandi Kunjungi Korban Banjir di Langkat, Sumatera Utara. (Sumber: Instagram.com/@irwandiferry)

AYOJAKARTA.COM - Banjir bandang yang melanda berbagai wilayah di Sumatera sejak akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga.

Bumi Andalas tengah berduka. Rumah-rumah hancur, akses antarwilayah terputus, dan kebutuhan dasar semakin sulit dipenuhi. Ratusan jiwa telah meninggal dunia, ratusan lainnya masih dalam pencarian, sementara puluhan ribu orang terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi darurat.

Salah satu daerah paling terdampak adalah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang kini memasuki perpanjangan masa tanggap darurat. Keputusan tersebut tertuang dalam SK Bupati Langkat Nomor 360-05/K/2025 yang diteken pada 2 Desember 2025.

Baca Juga: Bobibos Belum Launching, Petasol Sudah Eksis, Siapa yang Lebih Siap Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan?

Bupati Syah Afandi menegaskan bahwa banyak wilayah masih tergenang hingga bantuan harus terus dimaksimalkan bersama BPBD dan Basarnas.

Dari tujuh kecamatan terdampak, yakni Brandan Barat, Babalan, Sei Lepan, Besitang, Sawit Seberang, Tanjung Pura, dan Pematang Jaya, ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Derasnya intensitas hujan sejak 26 November 2025 membuat banjir bandang tak terhindarkan, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah pada infrastruktur.

Di tengah situasi yang mencekam ini, potret nyata kesulitan pengungsi kembali diungkap oleh Ferry Irwandi, aktivis muda dan pendiri Malaka Project.

Baca Juga: iQOO 15 Dibandrol dengan Harga Rp13 Juta, Apa Saja Fitur Canggih yang Dimilikinya?

Melalui unggahan Instagram pada Kamis, 4 Desember 2025, ia membagikan kondisi memilukan para korban banjir yang harus bertahan di atas rel kereta api tanpa tenda yang memadai.

Ferry menjelaskan bahwa lokasi tersebut menampung sekitar 2.000 pengungsi, termasuk bayi, anak-anak, hingga hewan peliharaan.

Minimnya tenda membuat banyak keluarga tidak bisa tidur dengan layak. Ketika hujan turun, tenda seadanya tidak mampu menampung semua orang, ditambah lagi area pengungsian tidak memiliki penerangan sama sekali.

Melihat kondisi itu, Ferry dan tim langsung menurunkan bantuan berupa paket makanan, pampers, susu, botol susu, alas tidur, dan selimut.

Baca Juga: Sama Seperti Rachel Venya, Denny Sumargo Beri Sumbangan dengan jumlah Fantastis untuk Korban Bencana Banjir Sumatera

Tidak hanya itu, mereka juga memutuskan untuk segera membeli tenda tambahan agar para pengungsi dapat beristirahat lebih aman dan tidak berdesakan.

“Kami berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat segera turun membantu. Banyak bendungan jebol yang perlu diperbaiki supaya warga bisa kembali pulang,” tulis Ferry Irwandi dalam unggahannya.

Gelombang solidaritas masyarakat kian menguat, namun kebutuhan di lapangan masih sangat besar. Sumatera membutuhkan bantuan cepat, terutama untuk pemenuhan logistik, tenda, obat-obatan, serta pemulihan akses wilayah.

Semoga sinergi pemerintah, relawan, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan bencana serta memulihkan harapan para korban.***

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Harga Rp10-15 Juta yang Tipis dan Ringan, Worth It Untuk Dibeli di Akhir Tahun 2025

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita