Nasional

Dian Naren Budi Prastiti Kupas Propaganda Digital dan Peran AI di Medsos

Oleh: Desi Kris Jumat 16 Jan 2026, 07:09 WIB
Redaktur Ayobandung.com, Dian Naren Budi Prastiti membahas propaganda digital dan peran AI dalam membentuk konten pada ISMN Yogyakarta Meetup 2026

YOGYAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Redaktur Ayobandung.com, Dian Naren Budi Prastiti membahas mengenai propaganda dan peran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam media sosial pada kegiatan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Kamis (15/1), yang digelar di HAHAHIHI Coffee & Eatery.

Dalam forum diskusi tersebut, Dian menyampaikan bahwa propaganda tidak selalu datang dengan suara keras, narasi ekstrem, atau pesan yang terlihat mencolok.

AI pun, lanjutnya, tidak selalu hadir dalam bentuk konten palsu yang mudah dikenali. Di media sosial saat ini, pengaruh bisa bekerja secara halus, menyentuh emosi, dan menyebar dengan cepat tanpa disadari oleh pengguna.

“Oleh karena itu, memahami cara kerja propaganda dan penggunaan AI di ruang digital bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi tanggung jawab, terutama bagi siapa pun yang mengelola akun media sosial,” ujar Dian.

Dalam paparannya, Dian menjelaskan bagaimana propaganda bekerja di ruang digital melalui pengulangan narasi, framing isu tertentu, serta pemanfaatan algoritma media sosial yang mendorong konten agar semakin viral.

“Konten propaganda hari ini tidak selalu memerintah orang untuk percaya. Ia cukup membentuk persepsi, menanamkan emosi tertentu, lalu membiarkan algoritma yang bekerja memperluas jangkauannya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti peran AI dalam membentuk konten digital, mulai dari penulisan teks, pembuatan visual, hingga penguatan narasi tertentu yang dapat terlihat meyakinkan namun belum tentu berimbang.

“AI hanyalah alat. Masalahnya bukan pada teknologinya, tetapi pada niat dan kesadaran manusia yang menggunakannya,” tambah Dian.

Dian menegaskan pentingnya kesadaran sebelum pemilik akun media sosial menekan tombol share dan menyebarkan sebuah konten ke khalayak luas.

“Satu klik share bisa berdampak besar. Konten yang tidak kita pahami sepenuhnya bisa ikut memperkuat propaganda atau misinformasi,” tegasnya.

Diikuti oleh sekitar 50 peserta pengelola media sosial lokal dari Yogyakarta dan Solo Raya, ISMN Yogyakarta Meetup 2026 mendorong penguatan jejaring, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas pelaku media digital lokal.

Para peserta merupakan pengelola media sosial lokal yang aktif memberikan informasi, memproduksi konten berbasis komunitas, menyajikan update daerah, serta mengangkat isu-isu publik di wilayah masing-masing.

Salah satu peserta, pengelola media sosial lokal bernama Fredy Alsanradji, mengaku senang bisa mengikuti ISMN Yogyakarta Meetup 2026.

Komunitas Generasi Pesona Indonesia Yogyakarta ini merasakan langsung manfaat dari forum diskusi ini karena bisa membangun relasi bertemu teman-teman sesama media sosial lokal lainnya.

“Tambahnya wawasan juga, literasi dari beberapa temen-temen dari narasumber juga, senang juga bisa bertukar pikiran langsung dengan beberapa kreator lainnya,” kata Fredi.

Menurutnya, peran media sosial lokal sangat penting sebagai sumber informasi dan peran pendukung yang dekat dengan masyarakat, sehingga perlu dibarengi dengan tanggung jawab dan literasi digital yang kuat.

"Bisa jadi ruang promosi kegiatan daerah-daerah agar lebih banyak dikenal," lanjutnya.

Fredi berharap agar media sosial lokal di Indonesia bisa lebih profesional lagi ke depannya dan dapat dipercaya oleh para audiens.

ISMN Yogyakarta Meetup 2026 dapat terselenggara dengan lancar berkat dukungan dari Bank Negara Indonesia (BNI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Avery Kusumanegara Yogyakarta, Ranasa Hostel, Waterboom Jogja, Bella Indotrans, Sakura Mochi Bumijo, DomaiNesia, dan Angel Aesthetic Clinic.

Indonesia Social Media Network (ISMN) merupakan jaringan kolaboratif New Digital Media di Indonesia yang dipelopori oleh Ayo Media Network.

ISMN ini dibangun sebagai jaringan antarakun media sosial dari berbagai daerah dan komunitas.

Acara ini akan menjadi wadah kolaborasi bagi pemilik & pengelola akun media sosial, homeless media, new media, hingga mediagram yang ingin tumbuh dan naik level di era digital.

Selain itu, ISMN juga diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk membangun sinergi antara komunitas digital, pemerintah, pelaku usaha, institusi, serta pemangku kepentingan lainnya.***

Reporter Desi Kris
Editor Ananda Muhammad Firdaus