AYOJAKARTA.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 menggunakan moda kereta api akan terjadi pada 22 Maret 2026.
Sementara untuk puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI menambah jumlah perjalanan kereta sekaligus menyiapkan 1,2 juta kursi diskon bagi penumpang.
Disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, pihaknya sudah menyiapkan 2.700 sarana dan 62 kereta api tambahan per harinya.
Baca Juga: BPBD DKI Jakarta Imbau Potensi Banjir, 5 Pintu Air SDA Status Waspada
KAI juga telah menyiapkan 1,2 juta tempat duduk dengan tarif diskon.
Pola diskon ini sama seperti saat Nataru 2025.
“Kami juga menyiapkan kembali program angkutan motor gratis bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan,” ujar Bobby dikutip dari Kompas TV.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, KAI juga melakukan pemetaan di sejumlah daerah rawan banjir dan longsor yang dilewati jalur kereta api.
"Angkat rel di titik banjir, dan siapkan lebih dari 1.100 petugas pemantau khusus,” tambahnya.
Baca Juga: Penting! Ada Pembangunan Flyover Latumeten di Grogol Petamburan, Gunakan 2 Ruas Jalur Alternatif Ini
Langkah ini dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat dengan moda transportasi kereta tetap aman dan gangguan bisa segera ditangani jika terjadi masalah di lintasan.
KAI pun memegang tiga prinsip utama dalam menghadapi perjalanan pada Lebaran 2026 yaitu sebagai berikut:
- Keselamatan
- Pelayanan Operasional
- Kenyamanan Penumpang
Dengan ini, KAI berharap kualitas layanan perjalanan kereta Lebaran 2026 bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.***