AYOJAKARTA.COM - Kementerian Agama (Kemenag) resmi mengeluarkan ketentuan terbaru terkait penggunaan pengeras suara di masjid dan musala selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026.
Aturan ini mengatur batas volume hingga durasi penggunaan pengeras suara agar tetap menjaga kekhusyukan ibadah sekaligus menghormati kenyamanan masyarakat.
Pedoman ini tentunya penting untuk dipahami pengurus masjid, takmir, maupun panitia Ramadan agar kegiatan salat tarawih, tadarus, ceramah, hingga pengumuman sahur tetap sesuai aturan.
Aturan ini diatur dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.
Baca Juga: Resmi dari Baznas RI, Segini Besaran Zakat Fitrah dan Fidiah Ramadan 2026
Dikutip dari laman Kemenag RI, berikut ini adalah aturan penggunaan pengeras suara masjid selama bulan Ramadan 2026:
1. Pemasangan pengeras suara dipisahkan antara pengeras suara yang difungsikan ke luar dengan pengeras suara yang difungsikan ke dalam masjid/musala.
2. Untuk mendapatkan hasil suara yang optimal, hendaknya dilakukan pengaturan akustik yang baik.
3. Volume pengeras suara diatur sesuai dengan kebutuhan, dan paling besar 100 dB (seratus desibel).
4. Dalam hal penggunaan pengeras suara dengan pemutaran rekaman, hendaknya memperhatikan kualitas rekaman, waktu, dan bacaan akhir ayat, selawat/tarhim.
Baca Juga: 8 Lokasi SPKU Sensor Bau di RDF Plant Rorotan
Edaran tersebut juga mengatur tentang pengumandangan azan yang dilakukan menggunakan pengeras suara luar.
Ini adalah pedoman penggunaan pengeras suara luas saat memasuki waktu salat dan kegiatan lainnya:
1. Salat Subuh
- Sebelum azan, pembacaan Al-Quran atau selawat/tarhim bisa menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 10 menit.
2. Salat Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya
- Sebelum azan, pembacaan Al-Quran atau salawat/tarhim bisa menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama lima menit.
- Sesudah azan hanya menggunakan pengeras suara dalam.
Baca Juga: Dana KJP Plus Tahap II Tahun 2025 Bulan Desember Sudah Mulai Dicairkan, Ada 707.513 Peserta Didik
3. Salat Jumat
- Sebelum azan, pembacaan Al-Quran atau selawat/tarhim bisa menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 10 menit.
- Penyampaian pengumuman mengenai petugas Jumat, hasil infak sedekah, pelaksanaan khutbah Jumat, salat, zikir, dan doa, menggunakan pengeras suara dalam.
Sedangkan pengumandangan azan menggunakan pengeras suara luar.
4. Kegiatan Syiar Ramadan, gema takbir Idul Fitri, Idul Adha, dan Upacara Hari Besar Islam
- Penggunaan pengeras suara bulan Ramadan baik dalam pelaksanaan salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarus Al-Quran menggunakan pengeras suara dalam.
- Takbir 1 Syawal/10 Zulhijjah di masjid/musala dilakukan dengan menggunakan pengeras suara luar sampai pukul 22.00 waktu setempat dan dilanjutkan dengan pengeras suara dalam.
Baca Juga: Proyek 'Gentengisasi' Prabowo, Menko Airlangga Hartarto Sebut Biaya Bisa Ditambah dari APBN
- Pelaksanaan salat Idul Fitri dan Idul Adha bisa dilakukan dengan menggunakan pengeras suara luar.
- Takbir Idul Adha di Hari Tasyrik pada 11-13 Zulhijah dikumandangkan setelah pelaksanaan salat Rawatib secara berturut-turut dengan menggunakan pengeras suara dalam.
- Upacara Peringatan Hari Besar Islam atau pengajian menggunakan pengeras suara dalam, kecuali pengunjung tablig melimpah ke luar arena masjid/musala dapat menggunakan pengeras suara luar.***